Blindungan, Radar Ijen - Kepala Daerah dari tiga kabupaten, yakni Jember, Bondowoso dan Situbondo menandatangani kesepakatan bersama tentang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan, dan pengembangan potensi daerah serta pelayanan publik berbasis aglomerasi.
Penandatanganan kesepakatan tersebut digelar di Pendapa Bupati Ki Bagus Asra Bondowoso, kamis (16/10).
Selain Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Bupati Jember Muhammad Fawait dan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPR RI, Nasim Khan dan perwakilan Bakorwil V Jawa Timur serta sejumlah pejabat dari tiga kabupaten.
Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas daerah dalam upaya mendorong pemerataan pembangunan berbasis potensi lokal dan konektivitas kawasan.
Kesepakatan ini juga mendorong industri lokal yang berkelanjutan dan inklusif.
"Setelah penandatanganan, kami berharap kita bisa menyusun naskah akademik sebagai dasar konseptual dan implementasi dari kerjasama ini," terangnya.
Abd Hamid optimistis, sinergi tiga kabupaten ini berpotensi menjadi kawasan aglomerasi baru di Jawa Timur, sebagaimana Gerbangkertosusila di wilayah metropolitan Surabaya atau Jabodetabek di Jakarta, yang didasarkan pada kedekatan secara geografis dan sosial budaya masyarakat.
"Kesepakatan ini menjadi tonggak penting bagi tiga kabupaten untuk memperkuat sinergi, kolaborasi dalam membangun kawasan yang berdaya saing, berkedaulatan dan inklusif, yang ujungnya bisa menuntaskan kemiskinan," bebernya.
Selain sektor ekonomi, kolaborasi ini juga menyasar peningkatan pariwisata, transportasi darat-laut-udara, serta penguatan ketahanan pangan melalui optimalisasi distribusi dan ketersediaan pangan lokal.
“Bondowoso, Situbondo, dan Jember memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk menjadi contoh kolaborasi regional yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Abdul Hamid menambahkan, kerja sama ini merupakan bagian dari dukungan terhadap visi besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan konektivitas dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.
“Mari jadikan kerjasama ini model pembangunan lintas kabupaten yang inspiratif dan membawa manfaat nyata bagi rakyat,” jelas dia.
Pria yang akrab disapa Ra Hamid itu juga menambahkan, konsep kerja sama tersebut telah dikomunikasikan ke sejumlah pihak di tingkat nasional, termasuk Badan Anggaran DPR RI. Namun, ia menilai perlu adanya penyusunan naskah akademik sebagai dasar konseptual agar kolaborasi ini lebih terarah dan terukur.
“Kami berharap setelah penandatanganan ini, kita bersama dapat menyusun naskah akademik tentang konsep dan implementasi kerjasama berbasis aglomerasi,” jelasnya.
Ia menyinggung bahwa arah aglomerasi sesungguhnya sudah tercantum dalam dokumen perencanaan Provinsi Jawa Timur lewat program Selingkar Ijen, yang mengedepankan pariwisata terintegrasi lintas daerah.
Senada dengan Abd Hamid, Bupati Jember Fawait dan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyambut baik ide aglomerasi tiga kabupaten ini.
Keduanya siap berkolaborasi membangun tiga kabupaten, termasuk mendorong percepatan reaktivasi jalur kereta api Kalisat-Bondowoso-Panarukan yang dicanangkan beroperasi tahun 2030 mendatang. (ika/bud)
Editor : M. Ainul Budi