Radar Jember - Kamar asrama pesantren tak hanya menjadi tempat istirahat bagi Muhammad Malthuf Al Muchtar.
Siswa kelas IX D MTs Unggulan Nuris Jember itu memanfaatkannya sebagai panggung latihan untuk melatih intonasi, ekspresi, dan menghilangkan rasa gugup sebelum tampil di depan dewan juri.
Dari situlah, ikhtiarnya berbuah prestasi.
Malthuf berhasil meraih juara pertama lomba pidato bahasa Arab tingkat kabupaten dalam ajang Bahana Muharram yang digelar Yayasan Masjid Al Baitul Amien Jember.
Perjalanan menuju panggung kemenangan tidak instan.
Setiap hari, Malthuf membiasakan diri berdialog dengan bahasa Arab bersama teman-teman sekelas.
Kebiasaan itu, menurutnya, sangat membantu membentuk kefasihan sekaligus keberanian saat harus berpidato di depan banyak orang.
Suasana asrama pun sering berubah riuh.
Ketika Malthuf berlatih, suara lantangnya kerap terdengar hingga lorong kamar.
“Kalau ada bagian pidato yang terasa kurang pas, saya ulang lagi sampai benar-benar mantap,” tuturnya.
Dukungan teman-temannya pun menambah semangat.
Mereka kerap memberi masukan sederhana, mulai dari ketegasan suara hingga gerakan tangan.
“Latihan itu tidak bisa sendiri. Masukan dari teman membuat saya lebih percaya diri saat tampil,” ujar Malthuf.
Pada hari lomba menjadi pembuktian.
Ia tampil dengan penuh keyakinan, seolah panggung besar itu hanyalah kamar asramanya sendiri.
“Saya berusaha membawakan pidato dengan sepenuh hati. Alhamdulillah, semua berjalan lancar,” katanya.
Kemenangan di tingkat kabupaten kini menjadi pijakan awal.
Malthuf bercita-cita melangkah lebih jauh ke ajang tingkat provinsi bahkan nasional.
“Potensi itu anugerah, tapi tanpa ikhtiar, potensi bisa berhenti di tempat. Kuncinya terus berlatih,” terangnya.
Dari panggung kecil di kamar asrama pesantrennya, semangat Malthuf membesar hingga mengantarkannya ke panggung prestasi.
Ikhtiar yang konsisten membuatnya bukan sekadar juara lomba, tetapi juga bukti kesungguhan dalam meraih mimpi. (ika/c2/dhi)
Editor : Imron Hidayatullahh