SUMBERSARI, Radar Jember – Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember terus memperkuat perannya dalam memajukan sektor pertanian berbasis teknologi.
Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Pertanian Teknologi atau Semartani bertajuk “Transformasi Pertanian Berbasis Teknologi: Peluang dan Tantangan Generasi Muda untuk Membangun Sistem Pertanian yang Berdampak dan Berkelanjutan”, Sabtu (2/8).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini berhasil menjadi ruang bertukar gagasan antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai daerah.
Menariknya, seminar ini tidak hanya melibatkan dunia kampus, melainkan juga menggandeng mitra lokal, seperti Kodim 0824 Jember.
Dekan Fakultas Pertanian Unmuh Jember, Saptya Prawitasari SP MP, dalam sambutannya menekankan bahwa peran generasi muda menjadi kunci dalam menghadirkan pertanian masa depan yang maju dan efisien.
Ia menilai, penguasaan terhadap teknologi seperti Internet of Things (IoT), drone, dan Akal Imitasi atau yang familiar disebut Artificial Intelligence (AI) menjadi modal utama untuk membentuk sistem pertanian modern yang berkelanjutan.
“Transformasi pertanian tidak bisa ditunda. Justru anak-anak muda hari ini harus mampu menjawab tantangan itu dengan ide segar dan penguasaan teknologi,” ujarnya.
Tantangan pertanian hari ini, tambahnya, mulai dari perubahan iklim hingga efisiensi produksi yang dapat diatasi dengan pendekatan teknologi secara tepat.
Tentu, seminar ini menghadirkan dua narasumber yang sangat mumpuni di bidangnya dari kampus ternama, yakni Prof Dr Ir Irham MSc dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Prof Dr M Syukur SP MSi dari Institut Pertanian Bogor.
Keduanya memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya integrasi riset dalam kebijakan pertanian serta potensi besar teknologi dalam mendorong kedaulatan pangan nasional.
Diskusi selama seminar menghasilkan sejumlah catatan penting.
Di antaranya, kebutuhan inovasi pengolahan hasil tani, pemuliaan varietas unggul, serta model pertanian ramah lingkungan sebagai bentuk investasi jangka panjang. Hal ini dipandang sebagai langkah konkret menjawab tantangan pertanian ke depan.
Kegiatan ini juga menjadi media untuk mempertemukan mahasiswa dengan dunia nyata pertanian berbasis teknologi.
“Dengan menggabungkan pendekatan ilmiah dan praktis, peserta diajak untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga membayangkan implementasi riil di lapangan,” imbuhnya.
Melalui Semartani, Unmuh Jember menunjukkan konsistensinya sebagai institusi pendidikan yang tak hanya mengembangkan ilmu.
Tetapi juga mempersiapkan generasi muda yang adaptif dan berkontribusi aktif dalam pembangunan pertanian nasional yang berdampak. (ika/dhi)
Editor : M. Ainul Budi