Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Berikan Mesin Roasting Berkapasitas 5 Kg, Tim PKM BIMA 2025 Tingkatkan Kualitas dan Pemasaran Kopi Jember

M. Ainul Budi • Minggu, 3 Agustus 2025 | 05:23 WIB
Photo
Photo

BANJARSENGON, Radar Jember — Dosen dari beberapa Universitas di Jawa Timur melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA 2025 di Desa Banjarsengon, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

Program dengan tema “Pengembangan Kualitas dan Pemasaran dengan Consumer Needs Strategy pada UMKM RKB Banjarsengon” ini difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Untuk mendukung pemberdayaan usaha kecil menengah, tim PKM menyerahkan hibah mesin roasting kopi yang berkapasitas 5 kilogram kepada Rumah Kopi Banjarsengon, Sabtu 2 Agustus 2025.

Tim PKM ini beranggotakan Dr Erlambang Budi Darmanto ST MM (Universitas Terbuka Surabaya), Ibu Dr. Yunita Satya Pratiwi SP. MKes. (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur), Bapak Dr. Moh. Adenan, M.M. (Universitas Jember), Bapak Abdul Muhsyi S.Kom.M.MSi (Universitas Jember), dan Ibu Dr. Luh Putu Suciati S.P. MSi. (Universitas Jember). Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat desa, tokoh pemuda, serta pelaku UMKM lokal.

Ketua Pelaksana, Erlambang Budi Darmanto dalam sambutannya mengatakan bahwa program PKM BIMA 2025 telah diawali melalui berbagai kegiatan pendampingan UKM.

"Berupa Workshop pengendalian mutu dan keamanan pangan, kemudian strategi pemasaran digital, packaging dan sebagainya," ujar Erlambang.

Dia mengungkapkan potensi yang dimiliki rumah kopi Banjarsengon adalah kopi fermentasi. "Namun selama ini terkendala dengan keterbatasan alat, terutama mesin kopi yang kapasitasnya masih kecil," ungkapnya.

Erlambang berharap, hibah mesin kopi ini mampu meningkatkan kapasitas produksi meningkat secara signifikan. Baik itu green been, roast been, termasuk juga grounds atau kopi bubuk.

"Standar keamanan pangan meningkat, karena ini juga penting. Dan semoga bisa membuka pasar-pasar baru dengan optimalisasi pemasaran digital," ungkap Erlambang.

Menurutnya, program ini merupakan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun desa berbasis inovasi teknologi. "kegiatan ini juga merupakan komitmen nyata kami insan perguruan tinggi untuk mendampingi masyarakat mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi desa dan inovasi teknologi," pungkas Erlangga.

Pemilik Rumah Kopi Banjarsengon, Bapak Sidqi menyampaikan terimakasih dan apresiasinya terhadap pelaksanaan program ini. “Kami sangat senang dan terimakasih atas bantuan hibah yang diinisiasi oleh bapak dan ibu dosen dari berbagai Universitas di Jawa Timur. Semoga dengan mesin ini produksi kami semakin meningkat dan bisa menguasai pasar di Indonesia,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kabid Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jember, Adrian Supriatna mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh tim PKM BIMA 2025 merupakan dukungan nyata untuk lebih menguatkan tentang potensi kopi yang merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Jember.

"Dari produksi perkebunan kopi ini tidak hanya menjadi bahan baku, namun juga meningkatkan kualitas produk kopi hingga menembus pasar global," ungkap Adrian.

Program PKM BIMA 2025 di Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember telah berlangsung selama beberapa bulan dengan melibatkan kolaborasi antara tim dosen, mahasiswa, dan masyarakat secara langsung di lapangan.

Program PKM BIMA 2025 merupakan program pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia.

Program ini bertujuan untuk mendukung penelitian dan pengembangan hasil riset yang berdampak bagi masyarakat dan industri, serta mendorong hilirisasi hasil riset. (didik)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #mesin roasting kopi #PKM #Kopi