Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

KPw BI Jember Gelar Talkshow Perlindungan Konsumen, Manfaatkan Layanan Transaksi Digital Secara Cerdas dan Aman

Alvioniza • Senin, 21 Juli 2025 | 02:48 WIB
KPwBI Jember menggelar Talkshow Perlindungan Konsumen Dulur Sekarkijang di Alun-alun Nusantara Jember. (ona/Radar Jember)
KPwBI Jember menggelar Talkshow Perlindungan Konsumen Dulur Sekarkijang di Alun-alun Nusantara Jember. (ona/Radar Jember)

JEMBER, RADARJEMBER – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember menggelar Talkshow Perlindungan Konsumen untuk meningkatkan literasi digital dan meningkakan keuangan masyarakat. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari Dulur Sekarkijang digelar oleh KPwBI Jember, Sabtu (19/07).

Kepala KPwBI Jember Gunawan mengungkapkan bahwa acara ini didesain untuk mengedukasi masyarakat agar dapat memanfaatkan layanan transaksi digital secara cerdas dan aman.

“Setiap kemudahan tentu diiringi dengan risiko. Namun, bukan berarti kita harus takut mengikuti perkembangan zaman. Yang penting adalah bagaimana kita bisa mengantisipasi dan memitigasi risiko tersebut,” ujarnya.

Gunawan berharap talkshow ini dapat menjawab keresahan masyarakat mengenai keamanan transaksi digital. Berdasarkan temuan lapangan, ketakutan menjadi korban penipuan menjadi alasan utama sebagian masyarakat masih enggan menggunakan layanan keuangan digital.

KPwBI Jember mengundang empat narasumber kompeten dibidangnya masing-masing. Mereka adalah Angela Wanodya Sawangi Vice President BCA, Ghita Argasasmita Financial Planner Associate Conslutant Zapfinance. Kemudian ada  Niken Dyah Pristanti Manager OJK Jember dan Agapito Ganesha Analis Yunior KPwBI Jember.

Keempat narasumber memberikan wawasan yang luas terkait berbagai bentuk penipuan digital, ciri-ciri pinjaman online (pinjol) ilegal, serta strategi perencanaan keuangan untuk mencegah terjerat utang.

Talkshow juga membahas fenomena maraknya pinjaman online yang kerap menjebak masyarakat, terutama di daerah-daerah yang akses informasinya masih terbatas. Melalui diskusi ini, peserta diharapkan dapat mengenali pinjol ilegal dan mengetahui langkah-langkah yang dapat diambil jika menjadi korban.

Manager OJK Jember Niken Dyah Pristanti menjelaskan bahwa di era digital ini konsumen dihadapkan dengan berbagai macam tantangan seperti maraknya produk illegal dan penipuan digital, pemasaran yang tidak transparan oleh pelaku jasa keuangan. OJK memiliki peran untuk melindungi konsumen dari penipuan sekaligus mengawasi pinjaman online.

“Pinjaman online atau pinjaman daring hanya mengakses tiga hal yaitu kamera, mikrofon dan lokasi, untuk mengetahui pinjaman daring ini berizin atau tidak bisa diakses di website resmi OJK di ojk.go.id,” jelasnya.

Sementara itu Vice President BCA Angela Wanodya Sawangi mengatakan bahwa literasi digital sangat penting agar konsumen tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu mendeteksi risiko dan melindungi diri dari penipuan digital. Disebutkan bahwa konsumen juga bisa menambahkan fitur keamanan tambahan seperti face biometric atau fraud detection system.

“Dengan sistem keamanan berlapis dan edukasi yang terus dilakukan, diharapkan masyarakat bisa menjadi konsumen digital yang cerdas dan aman,” ujarnya.

Analis Yunior KPwBI Jember Agapito Ganesha menyampaikan beberapa langkah antisipasi untuk melindungi atau mencegah terjadinya penipuan. Konsumen dihimbau untuk waspada terhadap link atau file yang mencurigakan. Kemudian tidak mudah terpengaruh dengan hadiah cepat atau instan.

“Jangan menyimpan data sensitive di HP seperti PIN atau Password dan selalu verifikasi identitas pengirim informasi,” paparnya.

Jika konsumen mengalami tindakan kriminal seperti penipuan diajurkan untuk segera melapor ke bank terkait, OJK, kepolisian dan Indonesia Anti-Scam Center (IASC).

Agar terhindar dari risiko penipuan online perlu adanya pengaturan atau perencanaan. Sehingga masyarakat tidak terjebak dalam belanja impulsif dan cicilan tanpa perhitungan. Ghita Argasasmita Financial Planner Associate Conslutant Zapfinance membagikan solusi dan langkah praktis dalam mengatur keuangan.

“Pertama pahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, kedua buat anggaran keuangan dan ketiga ceklis kontrol belanja,” paparnya.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur serta akademisi, tokoh masyarakat, dan pelaku UMKM. Dalam sesi akhir, peserta diajak untuk menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada lingkungan sekitar agar manfaat edukasi ini bisa dirasakan lebih luas.

 

Editor : Alvioniza
#Jember #talkshow #bank indonesia #transaksi digital