Radar Jember - Dua santri SMA Nuris Jember menorehkan prestasi membanggakan lewat gagasan inovatif untuk kesetaraan pendidikan.
Karyanya mendapatkan predikat esai terfavorit dalam ajang bergengsi tingkat nasional.
Bukan hanya indah di nama, dua santri SMA Nuris ini juga memesona dalam prestasi.
Lovely Aulia Admetta dan Rifqoh Nafi’ah, dua siswi kelas XI IPS 2, berhasil mencuri perhatian nasional dalam ajang National Essay Olympiad 2025.
Karya mereka yang berjudul “SMARTCY LEARN” menyabet penghargaan Paper Terfavorit.
Mengalahkan ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Dua nama ini bukan sekadar kebanggaan sekolah.
Mereka adalah simbol semangat belajar dan ketekunan yang tumbuh di tengah kultur pesantren.
Meski berasal dari dua wilayah berbeda, Puger dan Sumbersari, Lovely dan Rifqoh bersatu dalam satu visi.
Menciptakan solusi nyata atas kesenjangan pendidikan antara kota dengan desa.
Mengangkat isu klasik namun krusial, keduanya membalut ide mereka dengan pendekatan segar.
SMARTCY LEARN bukan sekadar program bimbingan belajar.
Melainkan sebuah sistem pendampingan terstruktur yang dirancang untuk memberi akses belajar berkualitas bagi siswa di wilayah tertinggal.
Konsep ini menekankan pemahaman hak pendidikan, kesetaraan, dan keberlanjutan jangka panjang.
Tak hanya menulis di balik meja, Lovely dan Rifqoh melakukan observasi lapangan, riset mendalam, serta diskusi panjang demi menyempurnakan gagasan mereka.
Keduanya terbiasa saling memberikan masukan, membuka diri terhadap kritik, dan mengasah kemampuan presentasi agar ide mereka bisa tersampaikan secara efektif.
Lovely mengaku, proses penyusunan karya ilmiah tersebut tidak mudah. Banyak tantangan, dari menyusun data hingga menghubungkan teori dengan realitas.
"Tapi kami ingin menyuarakan sesuatu yang nyata dan dibutuhkan,” ucap siswi SMA Nuris itu.
Kemenangan ini menambah daftar panjang prestasi Lovely, yang sebelumnya meraih medali perunggu dalam Olimpiade Bahasa Indonesia tingkat nasional OSPENAS 2024.
Konsistensi ini menunjukkan bahwa keberhasilan bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari kerja keras dan semangat belajar yang tinggi.
Prestasi dua santri ini tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMA Nuris Jember.
"Kami ingin pendidikan yang adil bukan hanya slogan. Kami ingin jadi bagian dari solusi," jelas Rifqoh.
Nurma, wali kelas XI IPS 2 SMA Nuris, menyebut, prestasi ini adalah cerminan dari semangat literasi, kolaborasi, dan kepedulian sosial yang terus ditanamkan di lingkungan sekolah.
“Lovely dan Rifqoh adalah contoh nyata bahwa santri bisa berprestasi dan berdampak di kancah nasional,” ujarnya bangga.
Kepala SMA Nuris Jember Gus Robith Qoshidi juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.
Dia berharap pencapaian ini mampu memotivasi siswa lain untuk terus berkarya dan berani bersaing di level lebih tinggi.
“Ini bukan hanya kemenangan individu, tapi juga kemenangan seluruh keluarga besar Nuris. Kami percaya, dari sini akan lahir banyak inovator muda lainnya.” ungkapnya.
Ajang yang digelar oleh Indonesian Youth Inventors Forum (IYIF) pada 8 Februari 2025 itu menjadi bukti bahwa semangat berkarya tak mengenal batas wilayah maupun fasilitas.
Dengan SMARTCY LEARN, Lovely dan Rifqoh tidak hanya menulis esai, tetapi juga menyuarakan harapan banyak anak di pelosok negeri.
Kini, dengan predikat Paper Terfavorit di tangan, Lovely dan Rifqoh bersiap melangkah lebih jauh.
Cita-cita mereka menjadi dosen bukan sekadar impian, melainkan tujuan yang sudah dibangun sejak dini dengan fondasi yang kokoh. (sil/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh