ANTIROGO, Radar Jember - Dari sebuah ruang kecil di SMA Nuris Jember, suara lantang Riva Eka Safitri menembus batas layar dan menyentuh para juri lomba speech atau pidato tingkat nasional.
Bukan sekadar pidato, tapi sebuah seruan penuh daya, hingga namanya diumumkan sebagai juara pertama.
Siswa kelas sepuluh SMA Nuris itu sukses meraih juara satu dalam lomba speech tingkat nasional yang digelar secara daring oleh Universitas Kadiri, Kediri.
Membawakan tema “Pengaruh Teman terhadap Pendidikan”, Riva berhasil mengalahkan puluhan peserta dari berbagai SMA di Indonesia.
Riva dikenal mahir berbahasa Inggris dan aktif di ekstrakurikuler public speaking.
Meskipun juga mempelajari story telling, fokus utamanya tetap pada dunia pidato.
"Aku memang suka ngomong, dan dari dulu sudah tertarik tampil di depan umum," ujarnya.
Dia berapa kali mengikuti lomba speech.
Laga kompetisinya di Politeknik Pelayaran Surabaya dengan topik pencemaran laut juga membawanya sebagai juara.
Orasi ilmiah yang disampaikan tak pernah gagal menyedot perhatian.
Menariknya, santri SMA Nuris itu bukan hanya andal dalam berpidato, tapi juga mandiri dalam menyiapkan materi.
Ia menulis sendiri naskah pidatonya dengan bimbingan tentor ekskul.
Demi mempertajam skill bahasa Inggris, dia sering mendengarkan musik dan menonton video edukatif di Youtube.
"Dari sana aku belajar memperbaiki pronunciation dan memahami isi speech dengan lebih baik," katanya.
Lahir di Lumajang dan bermigrasi ke Kalimantan Barat, kini, di usia 16 tahun, dia merasa senang bisa merasakan tinggal kembali di Jawa.
Terlebih bersekolah dan nyantri di SMA Nuris.
Tak berhenti sampai di sini, Riva sudah menyiapkan target berikutnya.
Ia berencana mengikuti ajang debat prestisius National Schools Debating Championship (NSDC).
"Aku ingin memperluas kemampuan komunikasi dan berpikir kritis. Speech itu tentang menyampaikan pesan, tapi debat mengajarkan kita untuk mempertahankan argumen," tegasnya. (sil/c2/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh