Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Paper Ilmiah Santri SMA Nuris Jember Ini Berhasil Curi Perhatian Juri, Luka dan Trauma Jadi Karya Juara Nasional

Imron Hidayatullahh • Kamis, 22 Mei 2025 | 13:00 WIB

IMPRESIF: Siswa SMA Nuris Jember, Fabian Septa Pratama, pemenang paper terfavorit dalam kompetisi National Education Olympiad (NEO) tahun ini. (Nuris Jember)
IMPRESIF: Siswa SMA Nuris Jember, Fabian Septa Pratama, pemenang paper terfavorit dalam kompetisi National Education Olympiad (NEO) tahun ini. (Nuris Jember)

Radar Jember - Bekas luka di kaki dan tangannya tak bisa disamarkan.

Sejak kecelakaan motor hebat yang menimpanya setahun silam.

Seperti membawa pada takdir, kala itu rindu pada rumah tak bisa dibendung dan izin pulang dari pesantren telah didapat.

Lantas, terjadilah.

Santri SMA Nuris Jember, Fabian Septa Pratama, mencoba bangkit dari trauma.

Gegar otak dan patah tulang yang membuatnya harus beristirahat cukup panjang sempat membuat Fabian terpuruk.

Saat itu dia masih duduk di kelas sepuluh.

Lima bulan, dia bertekad kembali ke sekolah meski secara medis seharusnya masa penyembuhannya membutuhkan setahun.

Dalam kondisi yang belum sepenuhnya pulih, remaja yang kini duduk di kelas sebelas SMA Nuris Jember itu mengambil hikmah dari semua yang dialami.

Hingga dia memiliki kesempatan mengikuti lomba karya ilmiah, dia menjadikan bekas-bekas lukanya sebagai inspirasi.

"Saya membuat paper tentang gel penghilang bekas luka dari lidah buaya dan biji jarak," ungkap remaja asal Desa Sidomulyo, Silo, itu.

Berbagai referensi dikuliknya.

Dengan penuh keseriusan, paper itu digarapnya sendiri.

Menjadi bagian terapi di tengah masa penyembuhannya dari gegar otak.

Seperti pepatah Arab, siapa yang bersungguh-sungguh akan meraih kesuksesannya.

Paper yang dikerjakan Fabian mendapatkan juara terfavorit dalam kompetisi National Education Olympiad (NEO).

Pesan ayahnya juga selalu terngiang-ngiang.

Bahwa ayahnya selalu ingin membuat putranya sukses.

Lantas, itulah yang membuat remaja 17 tahun itu terpacu membuat ayahnya bangga.

Melalui ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) di SMA Nuris, Fabian banyak belajar tentang menyusun paper.

Yang awalnya iseng dipilihnya sejak kelas sepuluh, kini malah menjadi hal menyenangkan.

Seolah ide selalu bermunculan.

Ini tak lepas dari kegemarannya membaca artikel ilmiah.

Siswa jurusan IPA itu cukup cerdas secara akademik.

Dia juga aktif secara fisik.

Tiap seminggu dua kali nyaris tak pernah absen dalam mengikuti ekstrakurikuler futsal.

Manajemen waktunya sangat baik.

Tak mau lalai, Fabian pun selalu berusaha mengimbangi semuanya dengan belajar ilmu agama.

Ngaji dan belajar di pesantren tak pernah disia-siakan.

Dia berharap bekal ilmu akademik dan agamanya bisa mengarahkannya pada kehidupan yang lebih baik kelak.

"Menjadi orang sukses," harapnya. (c2/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #ponpes nuris #santri #nuris jember #juara nasional