Radar Jember - Jangan panggil saya anak kecil, paman!
Kiranya itulah yang ada di benak sembilan siswa MI Unggulan Nuris Jember seusai memborong piala dalam Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang digelar Kemenag Jember, April lalu.
Bersaing dengan seluruh lembaga MI se-Jember, MI Unggulan Nuris Jember turut mewakili Kecamatan Sumbersari dalam ajang bergengsi tingkat kabupaten.
Para juara itu bernama Achmad Jibril Fabiyan Hamdi dan Haura Lubna Zafirah dalam lomba melukis.
Ghaniya Syaakira dan Muhammad Nabil Ar Rifai dalam lomba kaligrafi.
Nathania Bilqis Azzahra dan Hamdan Fahmi Wafa dalam lomba pildacil Bahasa Arab.
Muhammad Hanif Abrori Hafidz dalam musabaqah tilawatil Quran (MTQ).
Pada bidang olahraga, nama Muhammad Asyrafa Alby Yusuf keluar sebagai juara bulu tangkis.
Serta Aisyah Syafa'a Humairah dalam lomba catur.
Baca Juga: Bikin Gempar Warga! Cinta Tak Direstui, Warga Cangkring Jember Ini Nekad Gantung Diri
Achmad Jibril Fabiyan Hamdi, atau yang akrab disapa Jibril, lantas berhak mewakili Jember melenggang ke Porseni tingkat provinsi.
Saking bangganya, keluarganya hadir dan mendampingi Jibril secara langsung dari Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, ke Silo untuk menerima piala serta uang pembinaan.
Lukisan bertema budaya yang diminta dewan juri berhasil dikreasikannya dengan baik.
Dia menggambarkan bagaimana lima orang saling berjajar lengkap dengan pakaian adat.
Di kertas manila berukuran 50×60 sentimeter, Jibril memulainya dengan sketsa.
Lantas satu per satu krayon dan spidol yang dibawanya dari MI Unggulan Nuris menjadikan lukisannya sebuah gambar utuh yang mengagumkan.
Sebuah seni lukis yang sangat layak mendapat gelar juara. "Saya membuatnya sebagai gambar bercerita," ungkapnya.
Suasana alam di Desa Pace, Kecamatan Silo, tempat kompetisi melukis itu digelar, membuat imajinasinya bertambah.
Siswa kelas lima MI Unggulan Nuris itu suka melukis sejak kelas satu.
Hingga kini hobi itu makin berkembang.
Baca Juga: Dua WNA Pakistan Spesialis Pencurian iPhone Diringkus, Begini Kata Kapolres Jember
Yang awalnya hanya gambar sketsa kini bisa beragam gambar utuh.
Belajar secara autodidak, dia juga sering mengembangkan bakatnya lewat video YouTube.
Hingga Porseni tingkat provinsi digelar pada tujuh sampai sembilan Juli nanti, Jibril mulai bersiap.
Setiap hari, dia mendapatkan pembinaan intens dari guru MI Unggulan Nuris.
Di sela-sela padatnya jadwal sekolah, ekskul, dan les melukis itu, dia tak lupa menghafalkan Alquran.
"MI Unggulan Nuris selalu membimbing," ucap anak yang sudah menuntaskan hafalan dua juz itu.
Ketekunan Muhammad Asyrafa Alby Yusuf juga perlu diacungi dua jempol.
Meski perawakannya mungil, tapi Rafa, sapaan akrabnya, cukup gesit ketika sudah berada di tengah lapangan bulu tangkis.
"Waktu kelas tiga saya ikut ekskul badminton di MI Unggulan Nuris," tutur siswa yang kini duduk di kelas empat itu.
Rafa juga tergabung dalam sebuah klub bulu tangkis PB Remaja Junior.
Tiap lima kali seminggu, dia nyaris tak pernah absen latihan.
Wajar jika dia begitu mudah menjadi juara dua bulu tangkis kategori single dalam Porseni bulan lalu.
Anak sepuluh tahun itu memang begitu gemar olahraga.
Kecintaannya pada aktivitas fisik diyakininya sebagai langkah untuk menyehatkan badan.
Saat ini, Rafa juga tengah mempelajari catur sebagai cabang olahraga yang lebih menekankan aktivitas otak. (sil/c2/nur)
Baca Juga: Idolakan Kevin Sanjaya, Atlet Bulu Tangkis Cilik Jember Ini Raih Dua Gelar Juara
Editor : Imron Hidayatullahh