Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Santri Cerdas MA Unggulan Nuris Jember Ini Kembali Juara MHQ Kabupaten, Disiplin Murajaah hingga Jaga Hafalan demi Rida Allah  

Imron Hidayatullahh • Senin, 12 Mei 2025 | 11:30 WIB
BERPRESTASI: Waamila Rozikin, santri MA Unggulan Nuris yang juara MHQ tingkat kabupaten. (Nuris Jember)
BERPRESTASI: Waamila Rozikin, santri MA Unggulan Nuris yang juara MHQ tingkat kabupaten. (Nuris Jember)

Radar Jember - Ketegangan tak bisa disembunyikan dari sorot matanya.

Tiap mengikuti lomba, adalah momen yang selalu mendebarkan bagi Waamila Rozikin.

Padahal kefasihan santri MA Unggulan Nuris Jember itu dalam menghafal Alquran tak diragukan lagi.

Mila hanya cemas jika hafalannya buyar di tengah kompetisi.

Dia merasa situasi apa pun harus bisa dilaluinya ketika mendapatkan tantangan untuk melafalkan Ummul Kitab.

Tapi, santri didikan di Kelas Tahfiz MA Unggulan Nuris selalu bisa membuktikan dirinya mampu.

Seusai memenangkan lomba musabaqah hifzil Quran (MHQ), Januari lalu, dia kembali meraih gelar juara tingkat kabupaten di Pesantren Al-Azhar, Ledokombo.

Tantangan menghafal beberapa surat dalam juz satu hingga sepuluh berhasil dilalui Mila.

Remaja hafizah Alquran itu memang rajin.

Selain disiplin murajaah, dia juga senang menularkan ilmunya kepada teman sebaya juga adik-adik tingkatnya.

Turut membantu mengajar diniyah hingga melaksanakan program abdi masyarakat (PAM) dari MA Unggulan Nuris.

Pengalaman itu membuatnya semakin memahami bagaimana sulitnya menjadi pengajar.

Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Sepeda Motor di Kawasan Kota Jember, Begini Kondisinya

Ini juga yang akhirnya membuat Mila semakin menghormati guru, kiai, juga para ustad dan ustadah.

Siswa kelas sebelas itu tak pernah membiarkan kesehariannya kosong tanpa agenda.

Harus produktif dan bermakna.

Kalau memang sedang libur sekolah atau di sela-sela jadwalnya kosong, Alquran selalu menjadi temannya.

Di luar jadwal murajaahnya tiap pagi dan malam, Mila juga melakukannya sewaktu-waktu ketika jeda berkegiatan.

Baginya, Alquran adalah cahaya.

“Kalau kelas kosong, murajaah,” kata remaja asal Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah, itu.

Lomba MHQ sering diikuti.

Dia mengaku sangat senang mengikuti kompetisi yang berhubungan dengan Alquran.

Selain melakukan murajaah setiap hari, dia juga mulai pelan-pelan belajar tilawah.

“Saya ikut ekskul tilawah di MA Unggulan Nuris,” ujarnya.

Tiada hari tanpa mengulang hafalan.

Sehari terlewat, kata dia, adalah dosa.

Tanggung jawab menjaga hafalan 30 juz terlalaikan, itu yang selalu berusaha dihindari.

Apalagi sampai melupakan hafalan.

Selama nyantri di Pesantren Nuris, dia makin terlatih untuk bertanggung jawab.

Selain mandiri, ada ustadah khusus yang mendampinginya murajaah.

“Ini sudah menjadi tanggungan saya bahkan di akhirat kelak untuk menjaga hafalan,” ungkap remaja 16 tahun itu.

Ketika murajaah, Mila kini lebih sering melantunkannya dengan tartil.

Dia sangat ingin memperlakukan bacaan ayat-ayat suci dengan istimewa.

Tak hanya menghiasi hati dan pikirannya, tapi juga berharap bisa sampai dengan indah di telinga mereka yang mendengarnya.

Agar apa yang dihafalkannya turut menenangkan hati setiap orang. (c2/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#mhq #Musabaqah Hifdzil Quran #Tahfiz Alquran #nuris jember #hafiz