Radar Jember - TES demi tes berhasil dilalui.
Nilai dari tujuh tes yang telah dijalani bahkan nyaris sempurna.
Membuat M. Excel Ferdian Syahputra berhasil menjadi tim paskibraka kabupaten (paskab) 2025 mewakili SMK Nuris Jember.
Sederet tes yang dijalani mulai dari tes wawasan kebangsaan (TWK), fisik, kesehatan, tes intelegensi umum (TIU), kesempatan, kepribadian, PBB, hingga parade tuntas dilalui.
Seleksi yang dilaluinya bersama tiga ratusan siswa dari berbagai sekolah akhirnya usai.
"Sejak awal saya sudah percaya diri bisa lolos karena nilai tes saya tinggi," ungkap Excel penuh percaya diri.
Excel menjadi satu-satunya siswa SMK Nuris yang lolos paskab.
Dia mengaku pendampingan dari sekolah begitu intens.
Juga mendapatkan pembinaan langsung dari siswa purna-paskibraka kabupaten sebelumnya.
Selagi menunggu masa karantina selama sebulan penuh menjelang upacara pengibaran bendera di Alun-Alun Jember Nusantara nanti, dia berlatih mandiri di pesantren.
Latihan fisik yang sudah dijalani sejak dua bulan sebelum seleksi kini lebih menantang lagi.
Kedisiplinan siswa kelas sepuluh jurusan teknik sepeda motor (TSM) itu tak diragukan lagi.
Setelah salat dan ngaji Subuh, Excel melakukan workout yang merupakan bagian dari tugas pembina paskab.
Fisiknya ditempa mandiri, push-up, pull-up, sit-up, hingga squat.
Sekira sejam latihan berlalu, dia tuntaskan dengan istirahat sejenak.
Lantas bersiap ke sekolah.
Workout itu dijalankan setiap empat kali seminggu.
Sore hari, tepat pukul 15.00, Excel sudah bersiap dengan aplikasi Strava-nya.
Start dari pesantren Nuris, remaja 17 tahun itu lari.
Tantangannya adalah lima kilometer.
Namun, jarak lari yang biasa ditempuhnya bisa lebih dari itu, bahkan sepuluh kilometer.
"Kalau lari, tugasnya tiap Sabtu," katanya.
Akhir pekan, Ahad, tiba. Latihan serentak dengan tim paskab lainnya di Balai Serbaguna (BSG) Pemkab Jember.
Bersama satu pendamping dari SMK Nuris, sebelum pukul 06.00 pagi Excel sudah berada di lokasi.
"Latihan ketat ini sudah menjadi rutinitas sejak beberapa bulan lalu," ungkap remaja asal Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, itu.
Berhasil lolos menjadi tim paskab tentu harus penuh disiplin dan tanggung jawab.
Sikap cepat tanggap, kuat fisik, dan mental, namun harus tetap santun.
Percaya diri, berani, namun juga tidak takut mengakui kesalahan adalah jiwa paskibraka yang sudah tertanam dalam kepribadian Excel.
Padatnya jadwal persiapan untuk 17 Agustus, harus membuat Excel pandai-pandai atur jadwal dan membuat skala prioritas.
Sangat tidak masalah.
Sebab, pengalaman berharga ini menjadi bagian bekalnya nanti untuk mewujudkan cita-cita melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan.
Ini juga menjadi pembuktian bahwa santri juga berjiwa nasionalis. (sil/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh