Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Santri SMK Nuris Jember Sukses Menangkan Film Pendek Nasional, Junjung Tinggi Adab, Gencarkan Edukasi kepada Gen Z

Radar Digital • Sabtu, 30 November 2024 | 02:48 WIB

 

MEMBANGGAKAN: Siswa berprestasi SMK Nuris Jember memenangkan kompetisi nasional Pekan Komunikasi yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Jember pada Juli lalu.
MEMBANGGAKAN: Siswa berprestasi SMK Nuris Jember memenangkan kompetisi nasional Pekan Komunikasi yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Jember pada Juli lalu.

Nir-etika melanda banyak kalangan generasi zilenial (Gen Z). Enam Santri SMK Nuris Jember yakin, adab lebih tinggi daripada ilmu. Kemudian, itulah yang dituangkan dalam sebuah karya film pendek dan berhasil memenangkan kompetisi nasional pada Juli lalu.

MEGA SILVIA, Antirogo, Radar Jember

BEBERAPA hari terakhir Tim Broadcasting SMK Nuris Jember begitu sibuk. Ada yang berjibaku menulis naskah, mengutak-atik kamera, ada juga yang di depan laptop mengedit video. Sesekali diskusi pecah. Jadilah sebuah konten video edukatif yang cukup menginspirasi.

Tak heran jika film pendek berdurasi enam menit itu mampu memenangkan kompetisi nasional Pekan Komunikasi yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Jember pada Juli lalu. Video pendek yang diunggah di Instagram itu juga menuai banyak like dan beragam komentar positif. Kreatornya adalah enam santri kreatif, yakni Yusuf Arda Bili, M. Nurul Agiesta, Lucky Bagus, Aqil Bachtiar, M. Alif Sya’bani, dan M. Ubaidillah, yang patut diacungi dua jempol.

Adab Lebih Tinggi dari Ilmu, begitulah judul film produksi Tim Broadcasting SMK Nuris itu. Menceritakan bagaimana seorang guru Bahasa Inggris akhirnya dihormati oleh siswa-siswanya karena akhlak yang ditunjukkannya. Padahal sebelumnya sering diejek dan di-bully. Semua berubah sejak guru tersebut menyelamatkan tiga siswa yang hendak tertabrak di jalan. “Siswa sadar guru tidak memiliki dendam kepada siswanya. Lalu, cerita itu menyebar dan seluruh siswa akhirnya sadar dan berperilaku baik,” papar Yusuf, siswa kelas 11 Teknik Otomotif SMK Nuris itu.

Yusuf adalah salah satu penulis naskah dan aktor dalam film tersebut. Dikatakan, film tersebut terinspirasi dari perilaku anak zaman sekarang, khususnya generasi zilenial (Gen Z) yang mulai krisis adab. Dia menyebutnya dengan kata ngelamak kepada guru. “Miris karena akhlaknya minus, harusnya menghormati guru seperti dalam hadis nabi. Sebelum kita belajar ilmu, kita mempelajari adab terlebih dahulu,” ulas santri asal Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, itu.

Remaja 17 tahun yang ikut mengedit video itu memang hobi di bidang broadcasting. Bahkan sejak kelas 10 sudah masuk menjadi tim media Nuris dan menjadi salah satu editor foto dan video untuk konten-konten sosial media lembaga. “Meski jurusan saya otomotif, tapi saya punya skill di perfilman,” ujarnya.

Hobi itu terus diekspresikannya melalui banyak lomba pembuatan film. Terakhir, bersama dua kawannya, Yusuf menggarap film tentang Gen Z dalam moderasi beragama untuk kompetisi yang digelar Kemenag Jatim. “Melalui ini saya bisa mengekspresikan diri dan belajar menjalin teamwork,” kata Yusuf.

Hal yang sama juga diinginkan Alif. Siswa kelas 11 Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Nuris itu selalu ingin mencoba hal baru. Melalui karya film, dia ingin menebarkan kebaikan. Melalui konten-konten edukatif yang dibuatnya. “Seperti bullying, yang sekarang mulai digaungkan dan kita berharap Gen Z juga makin teredukasi agar tidak melakukannya,” ucap santri asal Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, itu.

Menurutnya, pergaulan dan pendidikan adalah kesatuan. Perundungan bisa dicegah apabila semakin banyak konten edukasi di media sosial. Bersama tim broadcasting, dia ingin melakukannya lebih banyak lagi. (ika/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #nuris jember