Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

UM Berkolaborasi dengan Unibo Ciptakan Tiga Inovasi Teknologi Untuk Kurangi Stunting di Bondowoso

Radar Digital • Selasa, 12 November 2024 | 01:32 WIB
Photo
Photo

BONDOWOSO, Radar Ijen - Stunting menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia, salah satunya karena dapat mengganggu potensi sumber daya manusia. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi atau mengurangi jumlah stunting di Indonesia.

Universitas Negeri Malang (UM) berkolaborasi dengan Universitas Bondowoso (Unibo) turut serta menurunkan stunting di kota Tape melalui program Kosabangsa 2024.

Kolaborasi UM dan Unibo ini terkaver dalam Contextualising Complementary Support in a Broader Framework for Stunting Prevention in Bondowoso.

Program Kosabangsa 2024 merupakan program pendanaan oleh Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbud Ristek RI untuk menjembatani kolaborasi dalam pengembangan dan penerapan IPTEKS yang dihasilkan oleh perguruan tinggi untuk dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan masyarakat.

UM sebagai Tim Pendamping berkolaborasi dengan Unibo sebagai Tim Pelaksana, melakukan pengembangan dan penerapan IPTEKS di Desa Ampelan, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Tim pendamping dari UM terdiri dari Dr Juharyanto MM MPd, Prof Dr H Ibrahim Bafadal MPd dan Marsono SPdT MPd PhD. Sedangkan tim pelaksana dari Unibo terdiri dari Rini Purwatiningsih SP MP, Iro Wasiroh SPdI MPdI dan Amalia Martha Santosa SP MP.

Tim dari UM mendampingi tim pelaksana dari Unibo melakukan sosialisasi kegiatan di balai Desa Ampelan pada tanggal 1 November 2024.

Setidaknya ada 40 peserta yang terdiri dari anggota Forum Anak Desa (FAD) Ampelan dan anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Cahaya Tani hadir dalam kegiatan tersebut.

Ada tiga inovasi utama yang digunakan oleh UM dan Unibo untuk mengurangi angka stunting di Desa Ampelan tersebut.

Tiga inovasi tersebut adalah:

1. Virtual Game Edukasi “Healthy Hero”

Sebuah inovasi game berbasis teknologi metaverse dan Virtual Reality (VR) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak SD tentang pentingnya makan makanan bergizi.

Game ini dirancang sebagai alat edukasi interaktif yang menggabungkan elemen permainan dan pembelajaran untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan mendidik.

2. Turmeric powder grinding machine tertintegrasi IoT (Internet of Things)

Merupakan inovasi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses penggilingan kunyit menjadi bubuk.

Mesin ini menggabungkan teknologi IoT untuk pemantauan dan pengendalian jarak jauh, sehingga memungkinkan optimalisasi proses pengolahan kunyit secara real-time.

3. Mesin Destilasi Minyak Atsiri berbahan baku kunyit

Inovasi ini dirancang untuk mengekstrak minyak atsiri dari kunyit menggunakan teknologi destilasi yang efisien.

Mesin ini mengintegrasikan berbagai komponen canggih untuk memastikan ekstraksi minyak yang berkualitas tinggi dengan efisiensi optimal.

Teknologi ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem IoT untuk pemantauan dan pengendalian jarak jauh, sehingga memungkinkan optimasi proses ekstraksi minyak atsiri secara real-time.

Baca Juga: Perajin Rotan di Malang Tak Terdampak Pandemi Covid-19

Kepala Desa Ampelan, Basori Alwi mengatakan bahwa sosialisasi program kosabangsa ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan level keberdayaan mitra FAD dan Gapoktan. "Terutama dalam aspek manajemen dan ketrampilan bagi warga desa," ungkap Basori.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana, Rini Purwatiningsih mengungkapkan bahwa setelah sosialisasi ini, kegiatan akan berlanjut dengan program pelatihan dan pendampingan penggunaan ketiga alat tersebut. (*)

Editor : Radar Digital
#um #universitas #unibo #malang #Bondowoso