JEMBER KIDUL, Radar Jember - Malam puncak Jember Financial Expo, yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, pada Sabtu (2/11), berlangsung meriah. Dalam upaya perkuat sinergitas penyediaan akses layanan keuangan itu, disambut hangat oleh masyarakat hingga kalangan santri.
Event dalam rangka menyambut Bulan Inklusi Keuangan ini, terdapat sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari Lomba Mewarnai, Dongen Literasi Keuangan, Cerdas Cermat, Donor Darah, Idola Cilik Syariah, Talkshow PVML, Workshop Mirror clay, Fun Run, LJK Idol, hingga Awarding Night yang berlangsung di Kota Cinema Mall Jember, sejak Jumat (1/11).
Kepala OJK Jember, Mohammad Mufid mengatakan, secara spasial pada triwulan II-2024, menunjukkan pertumbuhan positif pada semua wilayah. Kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi penyumbang terbesar, dengan peranan sebesar 57,04 persen dari ekonomi nasional dan mencatat kinerja pertumbuhan sebesar 4,92 persen (y-on-y) dibanding triwulan II-2023.
Pertumbuhan itu tentunya juga harus diimbangi oleh pemerataan penyediaan akses layanan keuangan formal yang berkualitas, dengan harga terjangkau bagi seluruh masyarakat, melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang bertujuan mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024, bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 65,43 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 75,02 persen.
Sementara indeks literasi keuangan syariah sebesar 39,11 persen dan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 12,88 persen. “Hasil ini tentunya terdapat gap antara indeks literasi dan inklusi keuangan, baik konvensional maupun syariah, yang mengindikasikan bahwa masyarakat belum sepenuhnya memahami produk atau jasa keuangan yang digunakan,” tuturnya dalam sambutannya.
Adapun bentuk edukasi guna meningkatkan literasi keuangan masyarakat di wilayah kerja OJK Jember sejak awal tahun 2024 mencapai 41.148 peserta, dengan target sasaran mahasiswa, pelajar, pelaku UMKM, Dosen dan pegawai. “Dan program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) untuk mendorong budaya gemar menabung sejak dini dengan pencapaian kurang lebih 23 ribu rekening," imbuhnya.
Dengan demikian, dinilai penting untuk terus lakukan penguatan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan secara berkelanjutan, sebagai upaya edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat agar lebih memahami pengelolaan keuangan secara bijak. “Juga dapat mengenal produk lembaga jasa keuangan yang tepat guna menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuannya,” pungkasnya. (ika/dhi/bud)
Editor : Radar Digital