Menjaga dan memastikan Rupiah tetap berdaulat hingga menjangkau wilayah Low Access To Cash (LATC) menjadi tujuan utama dari kegiatan CBP. Sehingga Bank Indonesia (BI) selalu hadir dengan Layanan Kas Keliling untuk memfasilitasi masyarakat melakukan penukaran uang Rupiah pada wilayah yang akses untuk mendapatkan uang cash layak edarnya terbatas.
Kepala KPwBI Jember Gunawan menjelaskan, kegiatan kas keliling yang juga disertai edukasi CBP sangat penting, utamanya untuk menjamin ketersediaan stok uang Rupiah layak edar di Desa Ranupani selalu tersedia.
"Kegiatan edukasi CBP juga menjadi kewajiban BI sebagai upaya untuk mencerdaskan masyarakat. Khususnya bagaimana merawat uang Rupiah yang baik dan benar, agar masa edarnya juga bisa lebih lama serta mudah diketahui ciri keasliannya," terangnya, Sabtu.
Kegiatan edukasi CBP juga terus berjalan sesuai dengan visi BI yang selama ini terus berkomitmen untuk bisa selalu memenuhi kebutuhan uang di masyarakat. Tentunya dengan memenuhi sejumlah kriteria yang sesuai agar uang Rupiah dalam kondisi layak edar.
"Ini sebagai pelaksanaan tugas BI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk, akan keperluan uang dalam nominal yang cukup, pecahannya juga sesuai kebutuhan. Juga tersedia tepat waktu dan dalam kondisi yang baik (layak edar)," jelasnya.
Masyarakat Desa Ranupani tentunya diberikan edukasi seputar literasi tentang uang Rupiah. Mulai dari cara menjaga jumlah nominal tertentu agar tidak digunakan sembarangan. Hingga cara yang tepat memperlakukan pecahan rupiah agar kondisinya awet, tidak gampang lusuh atau sobek agar bisa digunakan untuk transaksi.
"Memang program CBP ini juga diantaranya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya di Ranupani ini, mengenai bagaimana mereka bisa mencintai rupiah, kemudian paham apa itu rupiah dan perannya," tambahnya.
Terdapat pula agenda penyerahan bantuan sarana prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar bagi tiga sekolah di Desa Ranupani yang diberikan. Meliputi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Thoriqul Huda Ranupani. Sekolah Dasar (SD) Negeri Ranupani. Serta SMPN Satu Atap Ranupane.
"Semoga, lewat program ini bisa digunakan seoptimal mungkin untuk kegiatan pembelajaran, utamanya edukasi Rupiah kepada siswa dan para guru sekolah," ungkap Gunawan. (has)
Jalin Sinergi untuk Tingkatkan Literasi Perbankan
Terselenggaranya edukasi Cinta Bangga dan Paham (CBP) Rupiah di Desa Ranupani, Sabtu (28/9) ikut disemarakan dengan kebudayaan lokal suku Tengger. Turut diberikan pemahaman literasi perbankan kepada sejumlah pelajar yang menjadi peserta.
Agenda itu menjadi bentuk dorongan kepada pelajar agar bisa memiliki buku rekening tabungan sejak dini. Program itu adalah satu rekening satu pelajar (KEJAR) yang diinisiasi langsung oleh Bank Perwakilan Daerah (BPD) Jatim yang bersinergi bersama BI.
Kepala Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Jember Gunawan menjelaskan, program KEJAR hadir sebagai sarana untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
"Mulai dari meningkatkan pemahaman mengenai sektor keuangan, apa yang disediakan keuangan untuk melayani kebutuhan masyarakat. Apa itu perbankan, perannya dalam perkonomian itu kita sampaikan dan ini merupakan bagian dari PAHAM Rupiah, yaitu dengan kesadaran menabung sejak dini akan memperkuat ekonomi nasional," ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Bank Jatim Cabang Lumajang Mutaalifin Effendhy mengatakan, program KEJAR merupakan bagian dari gerakan nasional yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuannya untuk meningkatkan inklusi keuangan di kalangan pelajar dengan cara mendorong setiap siswa untuk memiliki rekening tabungan.
"Ini memang tujuannya untuk memperkuat inklusi keuangan beserta literasi perbankannya juga. Karena akan lebih awal jika mengenalkannya lebih awal kepada kalangan pelajar. Total kita juga memberikan 150 buku tabungan untuk tigas sekolah di Desa Ranupani," terang Mutaalifin Effendhy. (has)
Editor : Radar Digital