JEMBER, RADARJEMBER - PT Bank Tabungan Negara atau BTN Syariah menggandeng Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melakukan sosialisasi mengenai pembiayaan perumahan subsidi kepada seluruh PNS di bawah Pemkab Jember dan Bondowoso, kemarin (3/9), di RM Cianjur, Jember.
Acara tersebut tak hanya diikuti Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember ataupun Bondowoso.
Namun, juga diikuti oleh sejumlah instansi di bawah Kementerian Agama (Kemenag) dan Kemendikbudristek.
Seperti Politeknik Negeri Jember (Polije), Universitas Jember (Unej), dan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS), hingga instansi di bawah Kementerian Kesehatan, yakni RSD dr Soebandi, serta asosiasi pengembang dan mitra developer BTN Syariah.
Sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan product knowledge pemerintah yang dikhususkan bagi PNS.
Pembiayaan Tapera Syariah merupakan program yang memudahkan PNS untuk mendapatkan manfaat dalam bidang perumahan.
Baik pembelian rumah, renovasi rumah, maupun bangun rumah. Berbeda dengan program pemerintah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), pembiayaan Tapera Syariah yang diberikan khusus PNS ini memiliki keunggulan.
Dari sisi jangka waktu pembiayaan, pada KPR FLPP hanya sampai dengan 20 tahun, sedangkan KPR Tapera sampai dengan 30 tahun. Serta, kemudahan uang muka, untuk KPR Tapera uang muka/DP mulai dari 0 persen.
Dari sisi marjin yang ditawarkan, KPR FLPP dan KPR Tapera memiliki kesamaan, yakni sebesar 5 persen sampai dengan masa pembiayaan berakhir.
KPR Tapera BTN iB adalah yang dikhususkan untuk PNS yang ingin memiliki rumah pertama. Selain itu, bagi PNS yang sudah memiliki rumah dapat memanfaatkan Kredit Renovasi Rumah (KRR) untuk melakukan renovasi.
Sedangkan, untuk PNS yang sudah memiliki tanah dapat memanfaatkan Pembiayaan Bangun Rumah.
Adapun syarat untuk mendapatkan fasilitas Pembiayaan Tapera (KPR/KRR/KBR) adalah PNS yang telah menjadi peserta Tapera dengan minimal masa kepesertaan 12 bulan dan dengan penghasilan maksimal Rp 8 juta.
Sementara, Direktur Pembiayaan Perumahan BP Tapera Imam Syafii Toha mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk sinergi antara BP Tapera, bank penyalur (BTN Syariah), pemerintah daerah dalam hal memberikan informasi kepada seluruh peserta Tapera agar segera memanfaatkan Pembiayaan Tapera (KPR/KBR/KRR).
Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi ke-13 yang dikunjungi BP Tapera bersama dengan mitra strategisnya.
Program Pembiayaan Tapera ini bisa sukses jika seluruh mitra strategis seperti pemerintah daerah, bank penyalur dan asosiasi pengembang serta pengembang bersama-sama mendorong percepatan penyaluran Pembiayaan Tapera kepada peserta Tapera.
Sehingga, akan terasa kehadiran BP Tapera jika seluruh peserta merasakan manfaat Pembiayaan Tapera.
“Di sini ada BTN Syariah yang menjembatani untuk melayani ASN Jember, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, hingga Banyuwangi,” terangnya. (ika/c2/dwi)
Editor : Radar Digital