Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Peneliti Unmuh Jember Ungkap Gerakan Boikot Produk Israel, Bisa Atasi Krisis Kemanusiaan di Palestina

Radar Digital • Jumat, 30 Agustus 2024 | 22:16 WIB
"Gerakan BDS memiliki cita-cita mulia. Diharapkan dapat menekan Israel dan akhirnya memberikan solusi terhadap krisis kemanusiaan dan kekerasan di tanah Palestina." Kukuh Pribadi, S.I.Kom., M.A.
"Gerakan BDS memiliki cita-cita mulia. Diharapkan dapat menekan Israel dan akhirnya memberikan solusi terhadap krisis kemanusiaan dan kekerasan di tanah Palestina." Kukuh Pribadi, S.I.Kom., M.A.

SUMBERSARI, Radar Jember - Gerakan boycott, divestment, and sanctions (BDS) atau kampanye global yang mengajak masyarakat memboikot produk Israel, atau yang terafiliasi dengan Israel, sejak beberapa tahun terakhir masih terus bergema.

Gerakan itu muncul seiring dengan kebijakan invasi militer Israel terhadap Palestina, yang terus memantik kecaman di mata dunia.
Ketua Tim Peneliti Analisis Sentimen Warganet terhadap Gerakan BDS Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) Kukuh Pribadi menyebut bahwa gerakan itu telah masif terjadi di pelbagai platform media sosial.

Mulai dari Youtube, X, termasuk Meta, seperti Instagram.

Dalam riset bersama akademisi dan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, sejak Mei 2024, Kukuh menggunakan alat Brand24 untuk melacak percakapan terkait isu gerakan BDS di media sosial itu.

Hasilnya menunjukkan gerakan BDS menjadi topik hangat dengan sentimen yang bervariasi.

"Beberapa warganet mendukung penuh gerakan ini sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan. Sementara, yang lain bersikap netral atau skeptis terhadap efektivitas boikot," ungkapnya, Rabu (28/8).

Menurut Kukuh, selain media sosial, penelitian ini juga menemukan bahwa portal berita dan blog turut memperkuat eksposur gerakan BDS. Khususnya komunitas muslim yang prihatin terhadap konflik Israel dengan Palestina.

"Penelitian ini tidak hanya memberi gambaran bagaimana warganet memandang gerakan BDS, tetapi juga membantu kita memahami bagaimana isu-isu sensitif seperti ini direspons di ranah digital," kata Kukuh yang juga dosen di Unmuh Jember itu.

Selain itu, akun X resmi BDS Movement, lanjut dia, juga memiliki peran besar dalam membentuk opini publik dan mendapatkan jangkauan yang lebih luas, jika dibandingkan dengan media nonsosial.

"Dari hasil analisis juga dapat dilihat bahwa peran akun X BDSMovement punya peran yang besar untuk membentuk opini dan mendapatkan reach dari warganet," paparnya.

Kukuh menegaskan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa gerakan BDS membutuhkan strategi komunikasi yang kuat untuk mempertahankan eksposur dan menarik dukungan yang lebih luas.

Dia berharap, meningkatnya perhatian publik terhadap gerakan BDS bisa terus dilakukan di berbagai platform media sosial maupun media nonsosial. (ika/mau/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#Jember #Unmuh Jember