JEMBER, RADARJEMBER.COM – Ratusan wisudawan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mengikuti Sidang Terbuka Senat Wisuda Sarjana ke 61 Program Magiser ke 23 di Gedung Kuliah Terpadu lantai 3, Rabu (14/08).
Sejak tahun 1997 UIN KHAS hingga saat ini berhasil meluluskan 17. 862 alumni. Sementara itu saat ini ada 300 wisudawan dan wisudawati dengan rincian sarjana S1 258 orang dan sarjana S2 42 orang.
Rektor UIN KHAS Jember Prof Hepni mengucapkan selamat kepada ratusan wisudawan yang hadir. UIN KHAS Jember terus konsisten dan menjaga komitmen untuk menyiapkan sarjana yang memiliki kompetensi dibidangnya masing-masing.
“Saya ucapkan selamat kepada para wisudawan wisudawati, pada hari ini terlihat senyum merekah diwajah anda semua, mudah-mudahan Allah memberikan berkah kepada kalian semua dan mendapatkan ilmu yang manfaat dan terus mmberikan kemanfaatkan bagi yang lain, serta hari-hari depan kesuksesan dan keberkahan selalu membersamai kalian semua,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Prof Hepni juga menyampaikan pesan kepada para wisudawan sebagai bekal untuk mengabdi di masyarakat. Ada empat pilar yang menjadi konsep dan pondasi para alumni UIN KHAS Jember.
“Para sarjana yang kami luluskan dan lepas, kami sudah bekali dengan berbagai teori dan konsepsi tentang kualifikasi dan kompetensi yang arahnya pada empat hal itu,” ujarnya.
Empat pilar yang dimaksud Prof Hepni adalah pertama kekokohan akidah dan keluasan spiritual. Kedua keagungan akidah yang menunjukan kualitas pribadi alumni UIN KHAS Jember.
“Ketika akhlaq ditampilkan utama maka trust masyarakat akan diberikan kepada anda, dan disitulah kesuksesan sedang anda nikmati,” katanya.
Pilar ketiga adalah kedalaman ilmu pengetahuan, sebagai akademisi ilmu merupakan pegangan utama dengan ilmu mampu mengankat derajat manusia. Para wisudawan dan alumni diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat selama di bangku perkuliahan.
“Ciri orang yang berilmu adalah kelembutan, kesejukan, ketenangan, ciri orang berilmu dari lisannya muncul kalam yang tidak sia-sia, yang menyejukan orang lain, yang mendamaikan orang lain,” jelasnya.
Sementara itu pilar keempat adalah muadabah atau kesadaran bahwa manusia merupakan tempat salah dan selalu berbuat kesalahan. “Oleh karena itu dia harus selalu bertobat atas semua kesalahan yang diperbuat,” pesannya.
Pesan terakhir yang disampaikan oleh Prof Hepni adalah untuk tidak banyak berjanji kepada orang lain. “Pentingkan instropeksi dan interpretasi, pentingkan mawas diri bukan bangga diri, pentingkan toleransi bukan arogansi, pentingnkan amanah bukan amarah, sering-sering minta maaf bukan minta perhatian,” pungkasnya.
Editor : Alvioniza