SUMBERSARI, Radar Jember - Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menghelat Festival Budaya 2024, bertema "Harmoni Nusantara", Kamis (11/7) lalu, di Unmuh Jember. Event akbar hasil kolaborasi mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Psikologi itu sukses memukau pengunjung yang hadir.
Sejumlah pertunjukan tari tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dihadirkan, saat itu. Seperti reog Ponorogo, tari Ramayana, Dewi Songgo, tari Calon Arang, Serenda Warisan Nusantara, dan budaya Indonesia. Ditambah, para peserta mengenakan pakaian adat khas Nusantara.
Ketua Panitia Festival Budaya 2024 Unmuh Jember Salsabila Sari Yasmin mengaku, menyatukan mahasiswa dari dua prodi yang berbeda disebutnya menjadi tantangan besar. "Perbedaan latar belakang ini sering kali menimbulkan perselisihan paham, terutama pada panitia. Kami juga dihadapkan dengan keterbatasan anggaran," aku Salsabila.
Dengan semangat kolaborasi dan kerja keras, panitia akhirnya sukses mengemas acara itu dengan meriah tanpa kendala. "Kunci suksesnya acara ini ada di komunikasi yang terbuka, pembagian tugas yang jelas, dan rasa tanggung jawab saling memiliki acara," imbuh dia.
Bagi para mahasiswa yang terlibat, Festival Budaya 2024 bukan hanya tentang pertunjukan, tetapi juga tentang belajar budaya dan membangun karakter. Salah satu peserta dari Prodi Psikologi, Genap, mengungkapkan bahwa dia belajar banyak tentang budaya Indonesia melalui proses persiapan dan penampilannya. "Saya belajar tentang berbagai tarian tradisional dan makna di baliknya. Saya juga belajar bagaimana bekerja sama dengan teman-teman sekelas dan mengatasi konflik," katanya.
Festival Budaya 2024 Unmuh Jember merupakan bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki kepedulian terhadap budaya bangsa. Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian budaya, diharapkan festival ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. (ika/mau/c2/dwi)
Editor : Radar Digital