SUMBERSARI, Radar Jember - Menjelang Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan ibadah kurban merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat muslim. Selain memperingati sejarah Nabi Ibrahim, hari itu juga menjadi waktu bagi umat muslim untuk menikmati olahan daging sapi dan kambing.
Biasanya, daging sapi dan kambing yang diterima oleh masyarakat akan dikonsumsi hingga tiga minggu berikutnya. Lantas, bagaimana cara menyimpan daging kurban agar tetap aman dan higienis?
Dosen teknologi industri pertanian sekaligus pakar ilmu pangan Universitas Muhammadiyah Jember, Ara Nugrahayu Nalawati STP MSi, memberikan penjelasan. Menurut dia, kebersihan daging kurban sangat ditentukan saat proses pasca-penyembelihan hingga pengemasan.
"Pada saat pasca-penyembelihan, panitia yang menangani daging harus dilengkapi dengan APD (alat pelindung diri) yang lengkap. Selain itu, menggunakan alat yang bersih agar daging tetap dalam kondisi higienis dan bebas dari kontaminasi," katanya.
Kemudian, dalam suhu ruang, lanjut dia, daging kurban hanya dapat bertahan selama satu hari. Jika ingin disimpan lebih lama, maka daging dapat disimpan pada suhu di bawah 4 derajat Celsius. Dalam kondisi beku itu, aktivitas bakteri patogen akan terhenti sehingga dapat mencegah proses kerusakan produk daging segar. "Dengan penyimpanan seperti itu, daging bisa bertahan tiga hingga enam bulan," jelas dia.
Ara juga menyarankan agar daging kurban segar, jeroan, dan daging yang sudah diolah dipisahkan dalam wadah penyimpanan yang berbeda. Hal ini untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.
Selain itu. dia juga mengingatkan agar tidak menggunakan plastik daur ulang untuk proses pengemasan. Sebab, menurut dia, plastik daur ulang mengandung bahan yang berpotensi merusak kesehatan dan lingkungan. Ia berharap masyarakat menggunakan wadah alternatif lain yang bisa dipakai ulang, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Juni 2023, tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tanpa Sampah Plastik.
"Dengan proses penanganan dan pengolahan daging yang tepat, kondisi penyimpanan yang higienis, maka kita dapat menikmati daging kurban yang lezat, bergizi, dan aman," pungkasnya. (ika/c2/mau)
Editor : Radar Digital