Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Panen Tebu Perdana Bersama Kementerian BUMN, Region Head PTPN I Regional 4 Optimis Protas Sentuh Angka 100 Ton Perhektare

Radar Digital • Rabu, 5 Juni 2024 | 02:10 WIB
SINERGI: Region Head PTPN 1 Regional 4 Subagiyo (kiri) saat menjelaskan profil kebun. (PT SGN PG JATIROTO LUMAJANG)
SINERGI: Region Head PTPN 1 Regional 4 Subagiyo (kiri) saat menjelaskan profil kebun. (PT SGN PG JATIROTO LUMAJANG)

LUMAJANG, Radar Semeru - Musim panen tebu tahun 2024 di lingkungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Subholding Supporting Co Regional 4 telah dimulai.

Region Head PTPN I Regional 4 Subagiyo secara langsung mengawali prosesi panen perdana bersama Kementerian BUMN (KBUMN) di Kebun Rojopolo, HGU Lumajang, Minggu (2/6).

Subagiyo juga menerangkan beberapa langkah strategis PTPN I Regional 4 untuk bisa mencapai target program 8 ton gula setiap hektare lahan tebu (P8T).

“Nah, untuk mencapai target tersebut dan mendukung Swasembada Gula Nasional, kami menerjemahkannya dengan upaya pencapaian target produktivitas tebu 100 ton perhektare. Beberapa langkah strategis juga terus diupayakan, salah satunya melalui penerapan agroinput tepat waktu, serta perbaikan water management system,” terangnya.

Selain itu, secara khusus kebun Rojopolo HGU Lumajang PTPN I Regional 4 bahkan mampu melampaui dua kali lipat dari target produktivitas yang telah ditetapkan.

“Secara taksasi, target produktivitas kebun Rojopolo HGU Lumajang berpotensi menyentuh angka 233,4 ton perhektare dengan rendemen 8 persen. Proyeksi produktivitas gula juga mampu berada di angka 18,6 ton perhekatre," tambahnya.

Deputi Keuangan dan Manajemen Risiko KBUMN Nawal Nely mengatakan, jika melihat hasil panen tebu dari kebun Rojopolo dimana yield per-hektarnya sudah dua kali lipat sebelum tahun 2020, tentu terdapat harapan besar kepada PTPN untuk dapat terus berkontribusi secara aktif dalam merealisasikan target di Kementerian BUMN maupun pemerintah.

"Tentu tujuannya untuk menjaga stabilitas pangan, khususnya dari produk berbahan dasar gala,” bebernya.

Dia juga berpesan kepada tim manajemen kebun PTPN I Regional 4 untuk tetap mengupayakan yang terbaik dalam menghadapi setiap tantangan operasional di masa mendatang.

“Tentu besar harapan, dari best management yang ditempatkan di sini untuk senantiasa keep up the good work, tantangan ke depan masih ada, variasinya masih banyak. Tapi saya optimistis, kalau sudah mampu melalui yang sebelumnya, harusnya ke depan dapat jauh lebih cepat dan lebih baik,” kata dia.

Photo
Photo

Sementara itu menurut Direktur Utama Holding Perkebunan Abdul Ghani, tahun 2024 produktivitas 8 ton gula perhektare dapat tercapai, maka harusnya akan ada peningkatan target untuk tahun berikutnya.

“Pemerintah telah memberikan kepercayaan kepada PTPN sebagai backbone untuk Swasembada Gula Nasional. Tetapi bukan hanya fokus pada peningkatan produktivitas di kebun tebu saja. Tetapi juga perlu sinergitas bersama petani untuk membangun ekosistem kolaborasi yang saling asah, asih, dan asuh. Sehingga petani juga bisa meningkatkan produktivitasnya," jelasnya.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Presiden nomor 40 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Nabati, menjadi bagian dari PTPN Group. PTPN I Regional 4 berkomitmen kuat untuk merealisasikan ketahanan pangan dan energi khusus terkait percepatan Swasembada Gula Nasional 2030 dengan terus mengupayakan perbaikan drainase, peningkatan kualitas pengairan, hingga melakukan masa tebang di tingkat kemasakan yang optimal.

Informasi lain, agenda panen perdana juga dihadiri oleh Asisten Deputi (Asdep) Manajemen Risiko dan Kepatuhan KBUMN Dwi Ary Purnomo. Asdep Industri Perkebunan dan Kehutanan KBUMN Faturohman. Serta Dirut Holding PTPN III (Persero) Moh Abdul Ghani bersama jajaran manajemen lainnya. (has/bud)

Editor : Radar Digital
#PG Jatiroto Lumajang #Lumajang