JEMBER, RADARJEMBER.ID- SD Al Baitul Amien Jember tak henti-hentinya melahirkan siswa-siswi berbakat dan berprestasi. Meski masih usia belia, mereka langganan mengikuti lomba dan pulang dengan membawa juara atau penghargaan.
Berprestasi di usia yang masih belia, sudah pasti menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua. Dan siswa SD Al Baitul Amien Jember ini telah membuktikan.
Bahwa kerja keras dan semangat yang tinggi, mampu mengantarkannya menorehkan prestasi membanggakan.
Tak hanya bagi orang tuanya, namun juga almamaternya. Mereka adalah Azmi Azhar Ramadhan (kelas 5A), Almakai Ayatullah Alkhawarizmi (kelas 4A), dan Alifa Taqqiyah Az Zahra (kelas 1C).
Kepada Jawa Pos Radar Jember, ketiga siswa ini mengaku memiliki ketertarikan lebih di beberapa bidang akademik dan non-akademik.
Dengan bimbingan dan pembinaan intensif, mereka dapat menyabet beberapa penghargaan bergengsi di tingkat lokal hingga nasional.
Seperti prestasi Alifa Taqqiyah, pernah juara 1 di ajang Kompetisi Pelajar Indonesia, bidang Matematika, tahun 2023 kemarin. Dan meraih emas Nasional di ajang Kompetisi Matematika Nalaria Realistik, beberapa pekan lalu. "Rasanya seneng, bangga, bisa jadi juara," kata Alifa.
Dewi Citra, ibunda dari Alifa, mengakui bahwa buah hatinya memang memiliki ketertarikan lebih terhadap pelajaran matematika sejak masih jenjang TK.
Bahkan saat meraih emas pertamanya kemarin, Alifa berpeluang mengikuti kompetisi tingkat internasional di Singapura.
Namun peluang itu tak diambil. "Karena harus karantina tiga hari di Bogor, dan berangkat mandiri. Jadi kami belum siap untuk itu," imbuhnya.
Selain Alifa, di bidang matematika, ada Azmi Azhar Ramadhan yang prestasinya tak kalah mentereng.
Tercatat dia pernah meraih perak di ajang Jember Mathematics and Science Competition (JMSC) 2023 tingkat Kabupaten Jember; meraih perak di ajang Kompetisi Matematika Nalaria Realistik 2024 tingkat Nasional; dan meraih medali emas di ajang Jenius Science Olimpiade (JSO) 2024 tingkat Provinsi Jawa Timur.
"Suka matematika sejak kelas satu, pernah ikut sekitar 30 kali, semua bidang lomba matematika. Karena matematika ini ada tantangan, menghafal rumus, kalau tidak bisa tertantang untuk memecahkan soal-soalnya," kata Azmi.
Seperti hal Alifa, baik Azmi juga aktif di pembinaan bakat yang disediakan oleh pihak sekolah. Sementara di rumah, Azmi juga mendapatkan pengajaran intens dari sang ayah dan ibunya yang diketahui merupakan dosen, di salah satu perguruan tinggi di Jember. "Kalau di rumah belajarnya sama bunda, kadang juga sama ayah," aku siswa yang bercita-cita ingin menjadi guru matematika ini.
Tak hanya bidang akademik, SD Al Baitul Amien juga mengasah bakat siswa yang memiliki ketertarikan di bidang non-akademik. Seperti Al Makki Ayatullah Al Khawarizmi. Sedikitnya pihak sekolah mencatat ada 14 juara dan penghargaan yang pernah diraih Al Makki, selama mengikuti puluhan kali lomba.
Diantaranya, juara 3 Lomba Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) PGMI UIN KHAS 2023 tingkat Kabupaten Jember; juara 1 Lomba Kaligrafi Pemda Jember 2023 tingkat Kabupaten Jember; dan juara 1 Lomba Tahfidz SMP Addhuha 2023 tingkat Kabupaten Jember. Serta sederet juara lain di bidang yang sama: Da'i, tartil, tahfidz, tilawah, MTQ, Kaligrafi dan mewarnai. "Alhamdulillah, masih lanjut menghafal Qur'an, setelah juz amma, sekarang jus satu," kata Al Makki.
Al Makki mengatakan, diantaranya sekian bakatnya itu, tartil menjadi yang paling disukai. Sekian bakatnya ini juga mendapat dukungan penuh dari orangtuanya, sekaligus bimbingan intens dari pihak sekolah. "Di rumah suka tartil dan baca, Karena bisa tau kisah-kisah di Qur'an, merasa tenang," aku siswa yang bercita-cita menjadi arsitek ini.
Kepala SD Al Baitul Amien Jember Muzakki Hidayat menjelaskan, bakat anak-anak didiknya ini tak lepas dari dukungan para wali siswa dan pembinaan intensif yang disediakan di SD Al Baitul Amien.
Menurut dia, para siswa sejak pertama kali masuk sekolah sudah dipetakan bakat dan minatnya, di bidang akademik maupun non-akademik. Mereka kemudian difasilitasi 27 jenis ekstrakurikuler dengan bimbingan dari sekitar 49 orang dewan guru. "Kegiatan pembinaan dilakukan Ahad (Minggu), dan pembinaan lomba-lomba seminggu tiga kali. Kalau mendekati event, bisa setiap hari. Sehingga anak-anak bisa terus bersemangat mengukir prestasi, di tingkat lokal, nasional, bahkan juga internasional," pungkas Muzakki. (nur)
Editor : Alvioniza