LUMAJANG RADARJEMBER.ID- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember terus berupaya meningkatkan volume transaksi, menggunakan pembayaran non tunai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Seperti yang dilakukan kepada sejumlah siswa dari berbagai sekolah di Lumajang, kemarin (2/5) tepatnya di Aula SMAN 2 Lumajang.
KPwBI Jember mengadakan Launching Pilot Project Sekolah SIAP QRIS bertepatan dengan Hari Pendidikan.
Kegiatan yang bertajuk roadshow sosialisasi QRIS itu, diikuti oleh sekitar 150 siswa dari SMAN 1 Lumajang, SMAN 2 Lumajang, SMAN 3 Lumajang, SMKN 1 Lumajang, dan SMKN 2 Lumajang.
Sekolah tersebut dijadikan sebagai pilot project Sekolah SIAP QRIS, untuk menggencarkan transaksi non tunai di lingkungan sekolah.
Selain Penyampaian mengenai QRIS, KPwBI Jember juga memberikan sosialisasi mengenai konsep Cinta Bangga Paham Rupiah.
Mulai dari mengenali ciri keaslian uang rupiah dengan 3D, merawat rupiah dengan 5J, bangga menggunakan rupiah sebagai alat pembayaran, bijak dalam melakukan transaksi khususnya untuk produk dalam negeri dan berinvestasi serta tata cara penukaran uang melalui website Pintar.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember Gunawan menjelaskan, tiga komitmen yang dimaksud diantaranya, reformasi regulasi untuk mempercepat konsolidasi atas industri pembayaran yang sehat, kompetitif dan inovatif.
Kedua, mengembangkan infrastruktur pembayaran yang sarat akan interoperabilitas, interkoneksi, dan integrasi. Ketiga, mengembangkan praktik pasar yang aman, efisien, dan seimbang.
Salah satu inovasi Bank Indonesia dalam mempercepat, mempermudah, biaya murah, aman dan handal dalam digitalisasi sistem pembayaran yaitu melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Pada 2023, volume transaksi QRIS di wilayah Sekar Kijang mengalami peningkatan sebesar 40 persen, dengan nominal transaksi naik sebesar 70 persen, jika dibandingkan tahun 2022.
Untuk terus mengembangkan inovasi yang ada, KPwBI Jember menggelar program "Sekolah SIAP QRIS". Program itu, diharapkan memperluas penggunaan transaksi digital atau nontunai dengan memanfaatkan QRIS di lingkup sekolah.
“Sebagai bentuk aksi nyata dan rangkaian kegiatan Pre Event Festival Ekonomi dan Keuangan Digital,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasi SMA, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Jatim wilayah Jember dan Lumajang, Cahyo Budi Laksana mengatakan, lima lembaga yang hadir merupakan usulan dari mereka.
Selain siswa, kepala sekolah dari lembaga itu pun juga langsung hadir, mengikuti sosialisasi dari KPwBI Jember. “Kehadiran peserta ini menandakan kesiapan dalam era digital,” tegasnya.
Siswi kelas XI-1 SMAN 3 Lumajang, Rachellita Febriana Nayla Putri menilai, sosialisasi ekonomi keuangan digital ini bermanfaat dan penting, sesuai dengan perkembangan zaman.
Sehingga untuk bayar-bayar sudah tidak perlu ribet membawa uang fisik, tapi cukup dengan handphone. “Sosialisasi ini juga membuat kami teredukasi dan lebih waspada dari penipuan di era digital agar lebih aman dalam bertransaksi,” pungkasnya. (ika/ham/dwi)
Editor : Alvioniza