Caleg DPR RI Dapil 4 Jember-Lumajang, Kevin Andika Putra, terus mencuri perhatian, belakangan ini. Melalui Yayasan Rumah Berkat, caleg Partai Amanat Nasional (PAN) nomor urut 4 ini berkegiatan sosial dengan program bedah rumah.
Bahkan, tangan dinginnya itu sudah banyak membuat masyarakat terbantu. Lantas, bagaimana sosoknya di mata masyarakat?
MAULANA, Sumberbaru, Radar Jember
CEPAT kaki, ringan tangan, mungkin itu ungkapan untuk menggambarkan sosok Kevin Andika Putra. Melalui Yayasan Rumah Berkat yang dipimpinnya, uluran tangan Andika telah melukiskan banyak kebahagiaan untuk para warga penerima manfaat program bedah rumah, dan sudah berjalan cukup lama.
Khususnya untuk sebagian warga di Kabupaten Jember dan Lumajang.
Rumah-rumah warga penerima manfaat yang sebelumnya terlihat kumuh, reyot, hingga hampir ambruk, disulapnya menjadi rumah yang indah, nyaman, dan lebih layak huni.
Tak hanya rumah, fasilitas umum (fasum) juga tak luput dari sasaran bantuan Andika bersama tim. Mulai dari merenovasi musala, hingga pembangunan pagar pemakaman.
Sejumlah warga penerima manfaat sempat mengira program Rumah Berkat ini sekedar didata saja. Seperti pengakuan Amelia, 32, warga di Dusun Tambakrejo, Desa Sumberagung, Kecamatan Sumberbaru, (18/1).
"Kemarin sempat disurvei orang. Saya kaget kan, ternyata gak nyangka, besoknya material-material bangunan itu didatangkan semuanya. Rumah saya akan dibedah. Alhamdulillah, saya bersyukur sekali," katanya.
Sebelumnya, Amelia tinggal bersama suami dan kedua anaknya di rumah yang sangat sederhana. Dalam satu ruangan berukuran sekitar 4x5 meter yang di dalamnya ada kamar dan ruang tamu, yang menyatu dengan kandang sapi.
Untuk keperluan memasak dan MCK, ia harus menumpang ke saudaranya. Keluarga ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh. Sehingga hasil bekerja hanya cukup untuk kebutuhan makan.
Tak jauh beda dengan penuturan Sri Astutik, 58, warga Dusun Mandaran 1, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.
Bekerja sebagai buruh serabutan, Astutik tinggal sendiri dan harus mengasuh anak semata wayangnya di sebuah rumah yang sangat lusuh dan reyot.
Begitu tahu dia memperoleh bantuan bedah rumah dari Andika, Astuti seolah tak dapat berkata-kata lagi selain ucapan terima kasih.
"Sebelumnya rumah saya kalau hujan, bukan bocor lagi, wis banjir. Saya bersyukur sekali, Pak Andika mau bantu saya seperti saudara sendiri. Alhamdulillah, semoga beliau dimudahkan hajatnya agar bisa membantu warga sini lebih banyak lagi," harapnya.
Tak hanya rumah Astutik dan Amelia, dalam sepekan kemarin (18–21/1), sedikitnya ada sekitar 12 titik yang menjadi sasaran bantuan dari Yayasan Rumah Berkat. Di antaranya 9 bedah rumah dan 3 pembangunan/renovasi fasum.
Perinciannya, bedah rumah keluarga M. Shodiq, warga Dusun Krajan Desa/Kecamatan Umbulsari.
Lalu, rumah Supiatun, warga Dusun Krajan, Desa Paleran, Umbulsari; rumah Amelia, warga Sumberagung, Sumberbaru; dan pembangunan pagar pemakaman umum di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari.
Kemudian, renovasi rumah keluarga Asnawi, di Dusun Tegalgebang, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari; pembangunan kamar mandi/MCK untuk keluarga Yuli dan Dayat, di Dusun Rambutan, Desa/Kecamatan Bangsalsari.
Selain itu, renovasi tempat wudu dan MCK Musala Miftahul Jannah, Dusun Rambutan, Desa/Kecamatan Bangsalsari, dan renovasi musala Pak Edy, di Dusun Krajan, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung.
Lalu, bedah rumah untuk keluarga Sugiono, di Dusun Igir-Igir, Desa Cakru, Kecamatan Kencong, serta rumah Kasiati di Krajan Desa/Kecamatan Kencong.
Juga rumah keluarga Sumiati, di Desa Padomasan, Kecamatan Jombang; dan bedah rumah Sri Astutik, warga Mandaran, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.
Kepada Jawa Pos Radar Jember, Kevin Andika Putra sempat mengatakan bahwa Yayasan Rumah Berkat itu sudah lama ada dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial, khususnya bedah rumah.
Kegiatan semacam itu bahkan sudah lama dilakukan, sebelum Andika mengikuti pencalegan pada Pemilu 2024 ini.
Menurut Andika, Rumah Berkat mengelola donasi online secara transparan dan menghubungkan donatur dari berbagai daerah di Indonesia.
Kemudian, dijalankan dengan berbagai kegiatan sosial lainnya.
"Bedah rumah ini sebenarnya bukan hal baru. Saya ada donasi dari kawan-kawan berbagai daerah untuk membantu sesama. Seperti sebelumnya di Jambi bangun jembatan yang itu tanpa ada indikasi saya mau nyaleg dan sebagainya. Jadi, dasarnya saya memang suka membantu," kata pemuda 34 tahun itu.
Andika berharap para keluarga penerima manfaat program bedah rumah itu bisa memiliki kehidupan yang lebih layak, seusai rumahnya bersolek.
Lebih jauh, dia juga berkeinginan ke depan bisa terus membantu warga Jember dan Lumajang lebih luas lagi, melalui kerja-kerja sosial maupun jalur parlemen.
"Ke depan kalau saya dikehendaki, saya berharap bisa terus membantu lebih banyak lagi untuk masyarakat dengan kemampuan saya," pungkas Andika. (ika/mau/c2/nur)
Editor : Radar Digital