JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dalam rangka ospek jurusan, mahasiswa baru ilmu kesejahteraan sosial melakukan kunjungan ke tiga lembaga yang ada di Jember Sabtu (4/11). Yaitu UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha, Panti Asuhan Bhakti Luhur, dan Liposos, dengan didampingi oleh panitia Ospek Jurusan Kepanitian Swakarya Nawasena.
Kunjungan lembaga ini dimulai pukul 09.00 – 11.00. Rombongan Panti Werdha berangkat dahulu dengan mengendarai dua truk TNI, karena lokasi panti werdha cukup jauh yaitu berada di Puger. Sedangkan rombongan Liposos dan Bakthi Luhur berangkat selanjutnya dengan mengendarai sepeda motor karena jaraknya lumayan dekat. Liposos berada di daerah kaliwates dan Bakthi Luhur berada di daerah kebonsari
Panti werdha ini merupakan panti jompo. Di Panti Werdha mahasiswa baru Ilmu kesejahteraan sosial belajar mengenai cara berinteraksi dengan lansia terlantar dan langsung mempraktekkannya. Di panthi werdha terdapat tiga kelompok lansia yaitu total care, semi parsial, dan mandiri.
Total care adalah golongan lansia yang sudah cukup sulit untuk melakukan aktivitasnya sebagaimana mestinya. Semi parsial adalah golongan lansia dalam melakukan aktivitasnya memiliki pergerakan yang terbatas dan biasanya perlu adanya alat bantu, Mandiri yaitu lansia yang tidak terhambat apapun dalam melakukan aktivitasnya.
Sebelum berinteraksi langsung dengan lansia, Mahasiswa baru di berikan pemaparan materi secara singkat oleh Bayu selaku Pekerja Sosial yang bertugas di sana. Mahasiswa baru Ilmu Kesejahteraan sosial menikmati kegiatan mereka berinteraksi dengan lansia, seperti halnya bercerita, membantu mereka mengambil sesuatu, hingga bernyanyi bersama. Ada pula keharuan hingga meneteskan air mata ketika lansia-lansia tersebut bercerita tentang keluarganya atau masa lalunya. Tapi mereka senang dengan kedatanggan teman-teman mahasiswa di Panti Werdha ini.
Panti Bakti Luhur adalah panti asuhan yang merangkul disabilitas. Kegiatan mahasiswa baru di Panti Bakti Luhur diawali dengan mendengarkan sambutan oleh salah satu suster yang mengurus panti asuhan tersebut. Mahasiswa baru disambut dengan dinyanyikan lagu selamat datang oleh para suster dan anak-anak panti bakti luhur.
Setelah penyambutan, mahasiswa baru bermain bersama seluruh anak-anak panti asuhan tanpa terkecuali. Mereka menyesuaikan dengan kondisi masing-masing anak panti asuhan. Anak-anak panti asuhan tersebut merupakan anak difabel dan disabilitas mental, seperti down syndrome, tuna rungu, tuna wicara, autis, dan lain sebagainya.
Anak-anak panti bakti luhur terlihat sangat excited pada saat bermain origami bersama para mahasiswa baru. Mereka belajar melipat berbagai hewan menggunakan kertas lipat dan kemudian di tempel di kertas yang besar untuk dipajang nantinya.
Setelah puas bermain dengan anak-anak panti bakti luhur. Saatnya mahasiswa baru mendengarkan beberapa materi dari pekerja sosial yang bertugas di panti bakti luhur. Para mahasiswa pun sangat aktif dalam sesi tanya jawab kepada pekerja sosial. Mereka dapat belajar banyak hal seperti bagaimana cara pekerja sosial di panti bakti luhur dalam mengasuh anak-anak di sini, kendala apa yang umumnya dialami oleh suster-suster dan bagaimana cara mengatasinya, seperti apa kepedulian orang tua kandung anak-anak panti, dan lain sebagainya.
Liposos adalah sebuah penampungan sementara bagi masyarakat penyandang gangguan kejiwaan, tetapi di Liposos Jember terdapat juga lansia terlantarnya. Saat di Liposos hal yang dilakukan pertama kali yaitu pemaparan materi yang dibawakan langsung oleh ketua liposos sendiri yaitu Roni. Beliau bercerita mengenai seputar ODGJ yg pernah beliau tangani dan beberapa lansia terlantar. Beliau juga menjabarkan bagaimana cara pekerja sosial di liposos melaksanakan tugas dan menangani klien. Setelah pemaparan materi, mahasiswa dipersilahkan untuk bertemu dengan beberapa klien penghuni liposos, para mahasiswa baru turut antusias saat berkomunikasi dengan klien disana. Meskipun tidak lama namun sudah memberikan pengalaman yang berharga bagi para mahasiswa.
Kegiatan turun lembaga ini bertujuan untuk mengenalkan dan membangun kepercayaan diri kepada mahasiswa baru Ilmu Kesejahteraan Sosial 2023 akan jurusan yang telah mereka pilih, serta membawa harapanagar mahasiswa baru Ilmu Kesejahteraan Sosial termotivasi untuk mengabdi sebagai Pekerja Sosialdi masa depan.
Editor : Alvioniza