Kantor Pertahanan Bondowoso Penuhi Target 50.000 PTSL dari Kementerian ATR/BPN
Radar Digital• Selasa, 10 Oktober 2023 | 22:34 WIB
SAH: Kepala Kantor Pertanahan Bondowoso, Zubaidi A.Ptnh, MSi (dua dari kanan) meninjau langsung pengukuran bidang tanah yang masuk program PTSL, selasa (10/10)
Targetkan Kuota Tambahan 10.000 PTSL Tuntas Sebelum Desember 2023
BANYUWULU, RADAR IJEN – Kantor pertanahan kabupaten Bondowoso sukses memenuhi target 50.000 pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) sejak bulan september 2023. Untuk itu, kantor pertanahan kabupaten Bonmdowoso dipercaya Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Badan Pertanahan nasional (BPN) dengan diberikan tambahan 10.000 PTSL.
Kuota tambahan tersebut disebar ke sembilan desa di Kabupaten Bondowoso. Antara lain desa Banyuwulu yang mendapat kuota 1.500, desa Koncer Darul Aman 384 PTSL, Desa Bendelan 500, Desa Leprak 1.500, Desa Jatisari 1.150, Desa Gadingsari 1.100, Desa Jirekmas 500, Desa Sumberkalong 500 dan Desa Koncer Kidul sebanyak 1.400 PTSL.
Photo
Kantor pertanahan kabupaten Bondowoso menargetkan kuota tambahan 10.000 PTSL tersebut tuntas sebelum bulan desember 2023. Untuk menuntaskan target tersebut, petugas ukur kantor pertanahan aktif turun ke bawah. Mereka melakukan pengukuran bidang tanah yang masuk program PTSL di Bondowoso.
Kepala kantor pertanahan Bondowoso, Zubaidi A.Ptnh, MSi melihat secara langsung proses pengukuran di Desa Banyuwulu, kecamatan Wringin, selasa (10/10). Zubaidi didampingi kepala desa Banyuwulu melakukan peninjauan saat petugas kantor pertanahan sedang melakukan pengukuran dan pemasangan patok di desa tersebut.
“Alhamdulillah petugas pengukur tanah sekarang aktif turun ke desa-desa yang masuk kuota tambahan PTSL, termasuk di Desa Banyuwulu ini,” kata kepala Kantor Pertanahan Bondowoso Zubaidi A.Ptnh, MSi.
Dia menuturkan bahwa saat ini, tinggal tiga dusun di desa Banyuwulu yang belum selesai diukur. “Terima kasih kepada petugas ukur di lapangan, juga pak Rudi selaku kepala desa Banyuwulu, yang bekerja keras untuk menuntaskan pengukuran bidang tanah warganya,” ungkap mantan kepala Kantor Pertanahan Paser Kalimatan Timur tersebut.
Menurut Zubaidi, selama ini pengukuran tanah yang masuk program PTSL di Bondowoso, tidak ada masalah. “Selama proses pengukuran dan penerbitan sertifikat program PTSL berjalan lancar. Di Banyuwulu juga lancar, apalagi propgram PTSL ini memang untuk memgurangi masalah tanah, dengan semangat no cekcok dan no caplok,” ujarnya.
Ditempat yang sama, kepala desa Banyuwulu, Rudi Hartono mengaku senang dengan program PTSL. “Program PTSL sangat membantu warga kami. Makanya kami mendukung penuh program PTSL, termasuk pengukuran yang dilakukan petugas ukur dari kantor pertanahan saat ini,” ungkapnya.
Rudi mengaku, dirinya bersama para perangkat desa, RT / RW setempat aktif untuk membantu program PTSL ini. “Warga kami sangat senang dengan program PTSL ini. Warga antusias untuk membantu proses PTSL. Saya ucapkan terimakasih kepada kantor Pertanahan Bondowoso,” pungkasnya.(ika)