PATRANG, RADARJEMBER.ID- Secara resmi Universitas dr Soebandi (UDS) Jember membuka museum pejuang yang namanya digunakan untuk perguruan tinggi tersebut. Yakni Letkol dr RM Soebandi. Peresmian tersebut dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Jember. Para keluarga dari pejuang tersebut, mulai dari anak hingga cucunya, juga turut hadir dalam kesempatan itu.
Ketika mendatangi museum tersebut, pengunjung akan langsung disuguhkan dengan patung Letkol dr Soebandi. Selain benda-benda lain yang pernah digunakan oleh pejuang itu, salah satunya baju berwarna putih. Sejumlah foto dan gambar yang menunjukan perjuangan tokoh tersebut juga turut ditampilkan dan ditata rapi.
Ketua Umum Yayasan Jember International School Lulut Sasmito menjelaskan, tujuan diresmikannya museum tersebut untuk memelihara artefak sejarah yang masih ada hingga saat ini. Sehingga para generasi muda memahami perjuangan yang sudah dilakukan oleh para pendahulu. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Serta jangan sekali-kali melupakan sejarah,” tegasnya.
Benda-benda yang disimpan dan dipajang di museum itu semuanya diberikan oleh pihak keluarga. Namun, menurutnya memang hanya sebagian kecil saja. Jika dibandingkan dengan perjuangan yang dilakukan oleh Letkol dr RM Soebandi. Oleh sebab itu, dia mengaku akan menambah koleksi lebih banyak lagi. “Kami juga terbuka untuk masyarakat umum untuk pengisiannya. Nanti akan dikatalog oleh pengelola,” katanya.
Selain itu, Lulut juga menegaskan akan mengembangkan museum tersebut berbasis digitalisasi. Sehingga ke depan, masyarakat umum bisa melihat dan menikmati koleksi yang ada, dari mana saja tanpa datang langsung ke lokasi yang dimaksud. “Akan kami buat website-nya, yang bisa diakses oleh mahasiswa atau masyarakat umum,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jember KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengaku bahagia dan terharu dengan adanya peresmian museum tersebut. Oleh sebab itu, tempat itu diharapkan menjadi inspirasi dan bukti sejarah perjuangan di masa lalu. Khususnya kepada para generasi muda, agar bisa terus memperjuangkan dan meneruskan semangat Letkol dr RM Soebandi. “Semoga bisa membuka cakrawala perjuangan dan semangat yang membara,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Gus Firjaun itu juga mengaku baru pertama kali melihat foto Letkol dr RM Soebandi secara langsung. Oleh sebab itu, keberadaan museum tersebut dinilai bisa menjadi sarana edukasi yang cukup mumpuni. “Saya juga baru tahu ternyata patung di Kaliwates itu ternyata dr Soebandi dan Mohammad Sroedji,” pungkasnya. (ika/ham/c2/bud)
Editor : Alvioniza