Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tujuh Pakar Bahas Stabilitas Negara dari Perspektif Hadis

Radar Digital • Senin, 15 Mei 2023 | 04:53 WIB
CIPTAKAN STABILITAS NEGARA: Suasana seminar internasional ilmu hadis kedua di tahun 2023 yang diselenggarakan oleh STDI Imam Syafi
CIPTAKAN STABILITAS NEGARA: Suasana seminar internasional ilmu hadis kedua di tahun 2023 yang diselenggarakan oleh STDI Imam Syafi
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Salah satu kebutuhan primer masyarakat adalah kesejahteraan dan keamanan dalam negara. Hal ini dapat diwujudkan dengan menjaga stabilitas dalam bidang politik, sosial, ekonomi, atau pendidikan. Dalam menjaga stabilitas negara akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi, oleh karena itu perlu pedoman yang dapat menjaga dan menuntun dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan.

Melalui hadis nabi dijelaskan kiat-kiat mewujudkan kestabilan negara, sehingga dapat menciptakan negara yang damai dan sejahtera. Alquran dan hadis merupakan sumber hukum dalam syariat Islam. Menyadari pentingnya menjaga kestabilan negara, Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafii kembali menggelar seminar internasional ilmu hadis kedua tahun 2023. Seminar ini mengusung tema besar “Stabilitas Negara dalam Perspektif Hadis”.

BACA JUGA: STDI Imam Syafi’i Jember Gelar Kuliah Umum Bela Negara

Menghadirkan tujuh pakar hadis dari enam negara seperti Arab Saudi, India, Malaysia, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Indonesia, mereka membahas kiat menciptakan kembali stabilitas negara dari perspektif hadis nabi.

“Karena pentingnya perkara ini, maka kami ingin menyadarkan kembali baik pemerintah maupun semuanya tentang pentingnya menjaga stabilitas negara,” ujar Dr Roy Grafika Penataran, Lc, MA, Ketua Umum.

Laksamana Madya TNI (Purn) Harjo Susmoro, keynote speaker yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, menjaga keamanan dan stabilitas negara merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Menurutnya perubahan tatanan yang cepat tanpa disertai informasi yang lengkap dapat menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, kata dia, penting bagi masyarakat untuk memiliki nilai standar kebenaran, baik yang berbasis hukum maupun agama. Sebagai umat Islam standar kebenaran adalah Alquran dan hadis. Untuk menjaga stabilitas negara, umat Islam seyogyanya kembali ke ajaran agama yang benar

“Dan saya kira, STDI sudah menyiapkan mahasiswanya, sumber daya manusia yang paham syariat. Dan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam mewujudkan stabilitas keamanan nasional,” katanya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili oleh Kabid Kemasyarakatan Bakorwil Jatim Agus Samiaji memberikan apresiasi seminar internasional itu. Melalui seminar itu diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan dan dijalankan oleh seluruh masyarakat.

“Kami berharap ada rekomendasi yang bisa dijadikan pegangan, tujuan, ataupun pedoman dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Abdul Halim, mahasiswa STDI asal Singapura, mengaku bangga dapat mengikuti seminar internasional ilmu hadis itu. Melalui seminar ini, ia bisa belajar mewujudkan negara yang aman melalui perspektif sumber hukum agama. “Saya kira ini bagus bisa bertemu dan mendapat ilmu dari banyak pemateri,” katanya.

Seminar Internasional ilmu hadis ini digelar di ballroom Hotel Dafam Fortuna Jember pada 12-13 Mei 2023 yang diikuti oleh 350 peserta. Peserta bukan hanya dari mahasiswa STDI Jember saja, tapi juga ada dosen dan mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta, bahkan peserta asal negara tetangga Malaysia. (ika)

Reporter: Viona Alvioniza

Editor    : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital
#STDI Jember #Seminar Internasional