Mereka adalah Farrel Afzal Fazle Mawla kelas XI MIPA 5, bidang lomba biologi, Bagas Riqianda Giantara kelas XI MIPA 5, bidang lomba Astronomi. Kemudian, Aulia Kamila Putri, kelas XI MIPA 5, bidang lomba ekonomi dan Emilia Nur Vinata, kelas XE, bidang lomba Kimia.
BACA JUGA: Hebat! 47 Siswa SMAN 1 Tenggarang Lolos SNBP 2023, Terbanyak di Bondowoso
“Alhamdulillah! Kami bersyukur ada empat siswa SMAN 1 Tenggarang yang mewakili Kabupaten Bondowoso di OSN tingkat Provinsi Jawa Timur,” kata Priyanto SPd, MPd, Kepala SMAN 1 Tenggarang.
Selanjutnya keempat siswa itu digembleng pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang lombanya oleh para pembina. “Mereka kini terus digembleng untuk mengasah ilmu dan pengetahuan sesuai bidang lombanya untuk menyongsong OSN tingkat Provinsi Jawa Timur,” imbuhnya.
OSN untuk jenjang SMA tahun 2023 ini diselenggarakan dengan mekanisme kompetisi yang hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan menggunakan mekanisme daring untuk seleksi di tingkat daerah. “Namun, seiring dengan situasi pandemi yang semakin mengecil, untuk tingkat nasional, OSN direncanakan kembali dalam wujud luring,” ujarnya.
Menyelenggarakan seleksi peserta didik OSN dilakukan secara berjenjang. Dimulai dari tingkat sekolah, tingkat kabupaten/kota, kemudian tingkat provinsi. Dan tingkat nasional yang mempunyai kompetensi/kemampuan dalam bidang matematika, fisika, kimia, informatika/komputer, biologi, astronomi, ekonomi, kebumian, dan geografi.
OSN Tahun 2023 mengusung tema “Berprestasi Membangun Kolaborasi”, dengan tagar #berprestasimembangunkolaborasi #MERDEKA BERPRESTASI Talenta Sains Menginspirasi. “Anak-anak tampak sangat bersemangat untuk ikut dalam OSN tingkat Provinsi Jawa Timur. Semoga mereka masuk tiga besar OSN Provinsi Jawa Timur,” harapnya.
Ika Wijayanti, SE, MPd, guru pembina bidang ekonomi menjelaskan, SMAN 1 Tenggarang sudah membentuk tim khusus untuk menghadapi lomba-lomba, salah satunya OSN. Untuk itu, tim tersebut membangun sistem belajar yang efektif dan efisien.
“Metode belajar dengan bimbingan rutin masing-masing pembina di sekolah, pulang sekolah atau di hari Sabtu (hari libur),” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen. (ika)
Editor: Mahrus Sholih Editor : Radar Digital