Beberapa kegiatan religius di antaranya tadarus Alquran, yang dilaksanakan setiap hari dari pukul 07.00 hingga 07.30, dan dilanjut pukul 12.00 hingga 12.30. Mereka secara bergantian melantunkan ayat suci Alquran yang didampingi langsung oleh guru. Kegiatan berikutnya yaitu kegiatan bagi-bagi takjil yang menjadi wujud syukur dengan saling berbagi dan perduli kepada sesama.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 6 April 2023 di depan sekolah dengan iringan live hadrah. Sasaran pembagian takjil yakni pengendara dan warga yang ada di sekitar sekolah. "Sebanyak 300 paket takjil dibagikan oleh anak-anak OSIS dan MPK dibantu oleh guru-guru. Dana berasal dari dana infak yang dihimpun OSIS MPK, kemudian dilanjut buka puasa dan Tarawih bersama," kata Dwi Kristatiningsih SPd, Kepala SMPN 1 Sukowono.
Menurutnya, kegiatan tersebut untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pelajar, juga tenaga pengajar. “Bulan Ramadan kami manfaatkan untuk membentuk karakter yang religius bagi siswa melalui program-program yang sudah kami rencanakan," imbuhnya.
Selanjutnya, ada kegiatan Pesantren Ramadan yang akan dilaksanakan tiga hari berturut-turut, mulai 11 sampai 15 April. Kemudian, diakhiri dengan pembagian zakat fitrah diutamakan untuk siswa yang tidak mampu dan warga di sekitar lingkungan sekolah yang berhak mendapatkan. "Selebihnya akan disalurkan kepada yayasan yatim piatu yang sudah mengajukan surat kepada lembaga kami," kata Ketua Panitia Esperino Uno Ramadhan Berkah, Supriyadi SPdI, yang juga sebagai guru agama di SMPN 1 Sukowono.
Uniknya, semua rangkaian kegiatan itu didukung sepenuhnya oleh seorang kepala sekolah yang beragama nonmuslim. Bahkan kegiatan keagamaan islami semakin hidup dengan ekskul hadrah yang berjalan kurang lebih dua tahun. Bahkan, dalam acara Nobar Piala Dunia yang diadakan di Alun-Alun Jember pada Desember 2022, tim Hadrah Al-Azhar dari SMPN 1 Sukowono tampil mewakili Kecamatan Sukowono. Didukung dengan kegiatan keagamaan seperti mengaji rutin setiap hari sebelum jam pelajaran dimulai, salat Duhur berjamaah, salawatan rutin setiap hari Jumat sebagai kegiatan pembiasaan, dan khatmil Quran setiap Jumat legi.
“SMPN 1 Sukowono berada di lingkungan ponpes, sehingga saya harus membuat lembaga ini tidak kalah dengan ponpes, agar masyarakat sekitar tidak ragu menyekolahkan putra-putrinya. Bagi saya yang nonmuslim, tidak menjadi masalah. Saya sering mengenakan busana muslim sebagai wujud menghargai saudara-saudara yang muslim. Justru dengan begini saya menunjukkan besarnya toleransi di lembaga kami,” ucap Dwi Kristatiningsih SPd, Kepala SMPN 1 Sukowono. (jum/c2/dwi) Editor : Alvioniza