BACA JUGA : Gempa Dahsyat M 7,2 di Guncang Papua Nugini
Dalam ajang peringatan Hari Puisi Dunia pada 21 Maret, Wulan memenangkan lomba cipta karya puisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Forum Taman Baca Masyarakat Bojonegoro dan Kampus Inspirasi. Judul puisi yang dibawakan Desi Wulandari adalah “Migrasi Rindu”, yang mampu menarik perhatian juri sehingga mendapuknya menjadi juara pertama.
Karya sastranya tersebut terinspirasi dari pandemi Covid-19 yang melumpuhkan banyak hal. Remaja 16 tahun tersebut menarik pengalaman dunia, sebelum, saat, dan pascapandemi itu hadir ke dalam bait-bait puisinya. “Puisi Migrasi Rindu menggambarkan apa yang dirasakan orang-orang pada saat pandemi kemarin,” tutur Wulan.
Pengalaman-pengalaman itu membuahkan karya indah yang bisa mengalahkan peserta lainnya. Meski secara akademik jurusan sekolahnya tidak berhubungan erat dengan sastra, namun kemahirannya itu didapatkan dalam ekstrakurikuler penulisan karya sastra (PKS) di SMK Nuris Jember.
Setiap seminggu dua kali, Wulan mengikuti ekskul PKS dengan bimbingan para guru. Tak hanya puisi yang dipelajari. Dia mengaku mendapatkan berbagai pengalaman mempelajari macam-macam karya sastra. Misalnya saja cerpen.
Sebelumnya, remaja asal Desa Gunung Malang, Kecamatan Sumberjambe, itu pernah memenangi lomba menulis cerpen tingkat nasional. Dua prestasi di bidang sastra itu membuatnya sedikit tak menyangka. Sebab, hal itu bagaikan bakat terpendam yang perlahan muncul di bangku SMK Nuris.
Perempuan yang juga mengikuti ekskul paskibra itu mengungkapkan, teman-teman dan gurunya sangat mendukung dan memandang baik bakatnya. Sejumlah guru juga mengarahkannya, apalagi untuk mempersiapkan perlombaan. Orang tuanya juga menunjukkan kebanggaan atas prestasi tersebut. (sil/c2/dwi) Editor : Safitri