BACA JUGA : BRI Jalin Kerja Sama dengan BUMN Holding Industri Pertambangan
Ikhtiar tersebut, senada dengan pembangunan kesehatan sebagai pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar tahun 1945. Ini terlihat dari adanya peningkatan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPKM) dan Usia Harapan Hidup. IPKM Tahun 2018 menunjukkan bukti nyata capaian pembangunan kesehatan dengan menurunnya angka stunting. Angka stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Hadir sebagai narasumber dalam seminar, dr. Ulfa Elfiah, M, Kes.,SP.BP-RE (Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jember) secara apik mendiseminasikan apa dan bagaimana isu stunting tersebut menjadi tantangan bagi tumbuh kembang generasi sehat.
Permasalahan stunting masih menjadi momok yang sering dibahas karena terbilang cukup sulit untuk ditangani. Diketahui bahwa World Health Organization (WHO) menghimbau bagi setiap negara untuk dapat menurunkan angka stunting sebesar 20 persen. Sementara, di Indonesia sendiri dalam kurun waktu 5 tahun terakhir hanya berhasil munurunkan hampir 10 persen. Meskipun demikian, hal ini dirasa cukup menggembirakan bagi pembangunan kesehatan di Indonesia, dengan stunting, anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi yang premier. Koloni generasi yang sehat akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang kuat.
Generasi sehat yang kompetitif, tentu harus mampu fleksibel dan adaptif terhadap medan masa depan yang lebih kompleks. Dalam hal ini, Dr. Siti Mujanah, MBA (Ketua Program Studi Magister Manajemen Untag Surabaya) yang juga hadir sebagai narasumber seminar, memberikan pandangannya. Menurutnya, masa depan, telah masuk pada era disrupsi, sebuah era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran yang secara fundamental mengubah semua sistem, tatanan, dan landscape yang ada ke cara-cara baru. Perubahan besar terjadi setidaknya disebabkan oleh adanya revolusi 4.0, perubahan iklim, dan pandemi Covid-19. Dalam merespon peristiwa besar tersebut, orang memerlukan cara baru yang lebih inovatif dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Orang yang masih menggunakan cara dan sistem lama dalam menjalankan aktifitas sehari-hari akan kalah dalam persaingan.
Seminar bertajuk “Generasi Sehat yang Kompetitif di Era Disrupsi”, diikuti oleh 959 calon wisudawan yang berasal dari 7 Kabupaten/Kota: Jember, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Kabupaten dan Kota Probolinggo. Direktur Universitas Terbuka Jember, Dra. Barokah Widuroyekti, M.Pd, menutup seminar kali ini dengan berpesan, “Saya mengajak para lulusan untuk ikut mewujudkan generasi yang sehat dan kompetitif di era disrupsi dengan menyiapkan diri sekaligus menyiapkan generasi penerus yang mampu berkompetisi dengan negara-negara maju lainnya”.
Universitas Terbuka Jember Gelar Wisuda bagi 959 Lulusannya
Wisuda UT Periode I Tahun Akademik 2023 yang dilaksanakan Kamis 16 Maret 2023 ini, dihadiri oleh 959 wisudawan, yang resmi meraih gelar akademiknya. Wisuda kali ini bertempat di Gedung Auditorium Universitas Jermber. Dalam sambutannya, Direktur UT Jember, Dra. Barokah Widuroyekti, M.Pd. menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menempuh pendidikan di UT. Wisudawan dan wisudawati telah berhasil melewati berbagai kendala, masalah, dan tantangan yang dihadapi oleh seorang pembelajar jarak jauh yang tentunya berbeda dengan yang dihadapi oleh pembelajar konvensional tatap muka. Lulusan dan mahasiswa UT ditantang untuk menjadi self-manage learner dan self-directed learner dalam mengatur waktu untuk kuliah dan beraktivitas. Hal ini merupakan tantangan yang telah berhasil dilalui oleh para wisudawan dan wisudawati selama mengikuti studi hingga tuntas hari ini.
Rektor UT, yang diwakili oleh Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UT, Muhammad Husni Arifin, S.Ag., M.Si., Ph.D. berpesan bahwa para wisudawan seyogianya harus mampu menjaga konsistensi semangat berkarya dalam mengamalkan pengetahuan yang diperoleh, selalu memiliki dedikasi tinggi, dan selalu menjaga nama baik Universitas Terbuka. Rektor Universitas Jember, Dr. Iwan Taruna, M.Eng, IPM juga berpesan bahwa sinergitas dan kolaborasi UT dengan UNEJ pada bidang Tri Dharma perguruan Tinggi harus terus terjaga, demi menciptakan lulusan yang kompetitif.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan penghargaan kepada wisudawan terbaik yang dipilih berdasarkan IPK terbaik dan ketepatan waktu studi. Mereka yang meraih Predikat Kelulusan dengan Pujian tersebut yaitu Bagus Tri Laksono (Sarjana Program Studi Ekonomi Syariah) dengan IPK 3.97, Khairul Anwar (Sarjana Program Studi Agribisnis Bidang Minat Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian) dengan IPK 3.87, Fiqria Nur Anita (Sarjana PGPAUD) dengan IPK 3,84, dan Aris Widyaningsig (Sarjana Program Studi Ilmu Hukum) dengan IPK 3,83. Rangkaian kegiatan wisuda diakhiri dengan Pembacaan Ucapan Terima Kasih dari perwakilan wisudawan oleh Luluatul Azizah.
Pada pelaksanaan wisuda kali ini, undangan berasal mitra akademis dan pemerintah daerah, diantaranya: Rektor Universitas Terbuka, Bupati Jember, Rektor UNEJ, Rektor UIN KHAS Jember, Direktur Politeknik Negeri Jember, Kadispendik Provinsi Jatim, Kadispendik Kabupaten Jember, Kadispendik Kabupaten Lumajang, Kadispendik Kabupaten Bondowoso, Kadispendik Kabupaten Situbondo, Kadispendik Kabupaten Banyuwangi, Kadispendik Kabupaten dan Kota Probolinggo.
Editor : Safitri