BACA JUGA : Kemenag Peduli Korban Erupsi Gunung Semeru
Sambutan pertama disampaikan oleh Direktur PT Cipta Adi Perkasa Aditya Cahyadi. Pada sambutannya dia menjelaskan, dirinya berterima kasih kepada customer, pihak bank, lembaga terkait seperti ATR/BPN Jember dan notaris yang sudah bekerja sama dengan perusahaan yang tergabung di Joyo 88 Group itu. “Saya ucapkan terima kasih kepada customer yang sudah melabuhkan pilihannya untuk membeli rumah di perusahaan kami,” paparnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk investasi masa depan dengan membeli rumah sudah sangat bagus. Sebab, nilai ekonomi di Jember sangat menjanjikan. Selain itu, untuk melakukan transaksi di perusahaan dalam naungan Joyo 88 group sangat mudah. “Proses transaksi sangat mudah dan pastinya kualitas rumah tidak diragukan lagi,” terangnya kepada para tamu undangan yang hadir.
Saat acara berlangsung, semua berjalan lancar dan tidak ada kendala apa pun. Tamu yang hadir disuguhi beberapa rentetan agenda. Selain itu, di pertengahan acara ada sesi pemotongan nasi tumpeng yang langsung dilakukan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto. Kemudian, di akhir acara ada door prize dan hiburan.
Ketua panitia, Tri Wahyuni Usiyanti, menjelaskan, dua perusahaan itu tergabung dalam satu naungan bernama Joyo 88 Group. Saat itu tengah mengadakan acara perdana peresmian serah terima 300 rumah bersubsidi. Para tamu yang tergolong dari customer yang membeli rumah dari dua perusahaan tersebut sangat antusias mengikuti rangkaian acara.
Menurutnya, selama tahun 2022, PT Cipta Adi Perkasa dan PT Bumi Mentari Megah sudah mencapai target. Customer yang hadir dalam acara tersebut tidak hanya dari Jember. Customer dari Mojokerto juga turut hadir. “Tidak hanya di Jember, jadi kami juga mempunyai perumahan di luar daerah,” ungkapnya.
Ussy melanjutkan, agenda serah terima 300 rumah bersubsidi baru pertama kali dilakukan tahun ini. Nantinya, agenda tersebut akan dilakukan setiap tahun. Pihak perusahaan di bawah naungan Joyo 88 Group akan melayani masyarakat yang ingin membeli rumah subsidi dengan kualitas yang baik. “Kualitas rumah hunian kami sangat nyaman. Dan lokasinya sangat strategis,” ujar wanita yang juga sebagai manajer di PT Cipta Adi Perkasa tersebut. (ika/faq/c2/bud)
Rumah Adalah Aset Masa Depan
GUMUK KERANG, Radar Jember - Dalam acara serah terima 300 unit rumah bersubsidi PT Cipta Adi Perkasa dan PT Bumi Mentari Megah untuk area Jember dan Mojokerto, beberapa petinggi dalam kegiatan tersebut turut hadir. Mulai dari direktur perusahaan hingga manajer turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Serta ada beberapa atensi yang perlu dipahami oleh masyarakat Jember.
Direktur PT Cipta Adi Perkasa Aditya Cahyadi menjelaskan, sejauh ini antusiasme masyarakat Jember dalam kredit kepemilikan rumah (KPR) bersubsidi cukup bagus. Terbukti dengan capaian target tahun ini mencapai 300 customer yang bersedia membeli rumah dari perusahaan tersebut. “Pertumbuhan masyarakat sangat tinggi, jadi mereka membutuhkan rumah,” paparnya.
Menurutnya, rumah adalah kebutuhan primer bagi masyarakat. Seharusnya, masyarakat Jember, khususnya kaum muda, pintar memilih investasi jangka panjang. Sebab, hal itu menjadi penunjang masa depan bagi seorang pemuda. “Rumah itu yang utama, kami disubsidi oleh pemerintah hanya dengan mencicil Rp 1 juta sebulan, selama 15 tahun,” tuturnya.
Menurutnya, membeli rumah tidak ada ruginya. Seba, setiap tahun harga rumah tidak pernah mengalami fluktuasi. Namun, barang seperti mobil akan mengalami naik turun harga setiap tahun. “Rumah adalah aset berharga dan sangat menjanjikan sekali untuk masa depan masyarakat,” paparnya kepada Jawa Pos Rada Jember.
Manajer PT Cipta Adi Perkasa Tri Wahyuni Usiyanti menambahkan, KPR bersubsidi milik perusahaan yang tergabung dalam Joyo 88 Group itu sangat berkualitas. Model dan interior rumah sangat bagus dan nyaman sekali dihuni oleh masyarakat. Selain itu, lokasinya juga berada di pusat kota. “Lokasinya sangat strategis, seperti Puri Nirwana milik PT Bumi Mentari Megah, dan Royal City Icon yang lokasinya berdekatan dengan kampus di Jember,” tuturnya. (ika/faq/c2/bud) Editor : Safitri