Direktur Polije Saiful Anwar mengatakan, kemenangan Tim Pablos di tingkat nasional ini menjadi prestasi baru bagi Polije. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Saya terima kasih pada Bapak Wakil Direktur 3 yang sudah membangun komunikasi yang baik, serta memotivasi sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik. Hingga akhirnya, HMPS Teknik dan keluarga besar teknik, dengan pembimbingan dosen yang berkualitas, dapat mengantarkan juara tingkat nasional,” ungkapnya, Rabu (9/11).
BACA JUGA: TeFa Hatchery Politeknik Negeri Jember Kembangkan DOC Ayam Kampung Super
Menurutnya, dengan prestasi ini, mahasiswa teknik sudah siap menghadapi tantangan gelap isu krisis energi pada 2023. Dengan menyuguhkan beberapa inovasi yang luar biasa, seperti mendesain motor pembakaran dengan sumber bahan bakar gasoline, yang menurut para ahli akan diproyeksi sangat rentan.
“Inovasi yang saudara bangun hari ini dapat ditunjukkan pada dunia dan Indonesia, bahwa saudara mampu memodifikasi dan mendesain kendaraan prototipe yang hemat energi,” terangnya.
Ke depan, ia berharap, mahasiswa Polije siap untuk memiliki daya saing yang kompetitif. Bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga merambah di tingkat Asia.
Sementara itu, Ketua Tim Pablos Jurusan Teknik Polije M. Insan Kamil mengatakan, butuh waktu satu tahun untuk membuat kendaraan hemat energi. Ini setelah timnya melakukan riset selama satu setengah tahun. “Untuk capaiannya, kendaraan prototipe ini hanya menghabiskan satu liter bahan bakar minyak dengan jarak tempuh 1.300 kilometer,” paparnya.
Rencana, ke depan ia dan tim akan mengikuti Shell Eco Marathon yang akan diadakan pada Juni 2023 mendatang. Ajang yang berlangsung di Sirkuit Mandalika ini bakal diikuti oleh peserta dari seluruh Asia Pasifik. “Setelah menjuarai tingkat nasional, (targetnya) bisa naik satu tingkat di Asia,” pungkasnya. (*)
Reporter: Viona Alvioniza
Foto : Viona Alvioniza
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal