Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Panen Tebu dan Kedelai, PG Jatiroto Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan

Maulana Ijal • Senin, 31 Oktober 2022 | 01:28 WIB
SUKSES BESAR: Aktivitas panen tanam tebu dan kedelai (bule) di lahan perkebunan PTPN XI PG Jatiroto, kemarin. Selain panen, sejumlah inovasi alat juga ditunjukkan.
SUKSES BESAR: Aktivitas panen tanam tebu dan kedelai (bule) di lahan perkebunan PTPN XI PG Jatiroto, kemarin. Selain panen, sejumlah inovasi alat juga ditunjukkan.
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID - Inovasi tanaman pangan PT Perkebunan Nusantara (PTPN Persero) XI PG Jatiroto Lumajang tidak pernah berhenti. Salah satunya menginisiasi tanam tumpangsari tebu dan kedelai (bule). Komoditas yang ditanam pada akhir Juli itu, kini sudah memasuki masa panen.

Kemarin, panen perdana bule dilakukan. Sekitar 2.777 hektare lahan tebu dan kedelai di blok Genitri Lor itu bakal dipanen secara bertahap. Kesuksesan ini didukung kerja sama Holding III PTPN dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Photo
Photo
KOLABORASI: Jajarannya Direksi Holding Perkebunan III Perkebunan Nusantara berfoto bersama.

Direktur Holding PTPN III Perkebunan Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengapresiasi langkah berani PG Jatiroto. Menurutnya, inovasi ini akan meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. Khususnya peningkatan produksi kedelai.

"Mulai tahun ini menanam 35 hektare. Tahun depan akan kami tingkatkan menjadi 35 ribu hektare. Tujuannya kami ingin menjadi bagian dari kekuatan bangsa menaikkan produksi kedelai. Karena saat ini hampir 90 persen kedelai impor," katanya, seusai memanen bule bersama jajaran direksi.

Luas tanaman tebu, lanjutnya, saat ini ada sekitar 450 ribu hektare. Luasan itu rencananya bakal ditanam kedelai pasca panen tebu. Sehingga total yang akan dihasilkan sebesar 500 ribu ton. Jumlah itu sudah mengkaver hampir seperenam kebutuhan kedelai.

Ghoni menjelaskan, penamaan model ring-pit ini akan menguntungkan. Tidak hanya bagi PTPN saja, tetapi para petani juga. Sebab, tanaman kedelai memiliki banyak manfaat. Salah satunya menyuburkan lahan. Sehingga tebu menjadi semakin bagus.

Pihaknya optimistis, inovasi ini bakal mengulang kejayaan perkebunan. Sebab, kerapatan penanaman model ini akan meningkatkan kualitas tebu. Lebih lanjut produksi kedelai di Indonesia juga bertambah. Sehingga penyerapan kedelai dalam negeri semakin tinggi.

"Nanti akan kami perluas ke semua lahan PTPN. Tentu kami akan mengajak masyarakat berkolaborasi bersama dengan Kementerian BUMN untuk mewujudkan ini," jelasnya.

Ke depan, kolaborasi tersebut akan diperkuat. Pihaknya juga memastikan hasil panen dari petani bakal diserap pertama kali oleh PTPN dengan harga normal. "Ini akan menguntungkan para petani. Makanya kami perkuat kolaborasinya," pungkasnya. (*) Editor : Maulana Ijal
#ptpn #PG Jatiroto Lumajang #Pertanian