Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja

Safitri • Dipublikasikan Sabtu, 29 Oktober 2022 | 18:39 WIB
Photo
Photo
RADARJEMBER.ID - Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur aktif melakukan Sosialisasi Kegiatan Promosi KIE Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja. Kali ini kegiatan sosialisasinya dilakukan pada hari Jum’at 28 Oktober 2022, di aula Balai Desa Kasiyan, Dusun Krajan, Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.

BACA JUGA : Cinta Ditolak, Remaja Asal Kumai Nekat Bunuh Diri Minum Racun Tikus

Sosialisasi di hadiri langsung oleh Maria Ernawati selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dan Suprihandiko selaku Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Jember, sedangkan Nur Yasin anggota Komisi IX DPR RI diwakilkan KH. Abdullah Hanani, pengasuh Pondok Pesantren AWS Bustanul Ulum, Puger, Kabupaten Jember.

Acara sosialisasi dimulai pada pukul 13.00 wib dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjut dengan mars KB. Setelah pembacaan doa, acara dilanjut dengan dialog aktif yang akan di tayangkan di TVRI Jawa Timur, kali ini tema yang dibahas adalah “Percepatan Penurunan Stunting dan Pembentukan SDM Berkualitas”.

Untuk membentuk SDM yang berkualitas dibutuhkan anak-anak yang sehat, anak yang sehat adalah anak yang bebas Stunting, sebab Stunting menghalangi tumbuh kembang anak. Selain bentuk fisik anak Stunting yang lebih pendek dari anak seusianya, anak dengan kondisi Stunting juga memiliki kecerdasan yang kurang, sedangkan 1000 hari pertama kehidupan adalah masa emas dimana tumbuh kembang otak 80% dan 20% nya terjadi hingga usia 5 tahun. Stunting sendiri bukan termasuk penyakit ataupun gen namun disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Lalu bagaimana bayi bisa kekurangan gizi kronis?

Salah satu penyebabnya karena nutrisi yang diperoleh kurang dari yang dibutuhkan. Contohnya bayi harus mendapat ASI ekslusif selama 6 bulan pertama, kemudian dilanjutkan dengan ASI dan makanan pendamping. Namun jika belum 2 tahun ibu hamil kembali dan air susu ibu tidak keluar maka bayi akan kehilangan sumber nutrisi pentingnya, oleh karena itu orang tua perlu membuat rencana untuk kapan hamil lagi demi menghindari Stunting dan demi perkembangan anak yang maksimal” kata Maria Ernawati.

Sedangkan dari perfektif agama ada istilah yang mengatakan bahwa banyak anak banyak rejeki. Menurut KH. Abdullah Hanani hal itu memang benar adanya, namun para orang tua tidak menyadari pula jika banyak anak maka resiko yang ditanggung juga lebih banyak. Kesejahteraan, kesehatan, dan kebahagiaan anak belum tentu terjamin.

Sebab semakin banyak anak maka akan banyak pula biaya yang dikeluarkan, sehingga ditakutkan jika keadaan perekonomian tidak stabil maka keluarga tidak bisa hidup sejahtera. Menurut Suprihandiko, untuk mencegah Stunting di Kabupaten Jember, sudah banyak diadakan sosialisasi di sekolah-sekolah tentang pentingnya perencanaan masa depan. Dimana dari sosialisai ini anak akan mempunyai gambaran tentang kapan anak menikah, hamil dan memiliki anak.

Selain itu di Kabupaten Jember juga sudah di gratiskan untuk pemeriksaan kesehatan calon oengantin, orang tua yang sehat diharapkan juga melahirkan keturunan yang sehat. Dari persiapan-persiapan ini maka anak dapat mengatur masa depannya supaya bisa melahirkan SDM yang berkualitas. Selesai dialog dan sesi tanya jawab, acara sosialisai diakhiri dengan pembagian doorprize dan pembagian hadiah untuk peserta yang secara aktif bertanya. Editor : Safitri
BKKBN