Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemeriksaan Fungsi Kelenjar Tiroid Jaga Stabilitas Hormon dalam Tubuh

Safitri • Selasa, 25 Oktober 2022 | 19:47 WIB
PELAYANAN PRIMA: Instalasi Laboratorium RSBS dapat melayani pemeriksaan tiroid.
PELAYANAN PRIMA: Instalasi Laboratorium RSBS dapat melayani pemeriksaan tiroid.
KALIWATES, Radar Jember – Kelenjar tiroid memiliki fungsi yang penting, yaitu sebagai pengendali utama metabolisme tubuh. Karena peranan hormon ini sangat penting bagi tubuh untuk menjaga stabilitasnya, maka sangat penting dilakukan pemeriksaan dan konsultasi. Hal itu bisa dilakukan di Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember, dengan konsultasi dokter dan melakukan pemeriksaan laboratorium di Instalasi Laboratorium RSBS Jember.

BACA JUGA : Kinerja Solid di Tengah Turbulensi Ekonomi, Laba BNI Tumbuh Sehat 76,8 %

Menurut dr Arswendo Ika M SpPK, Kepala Instalasi Laboratorium RSBS Jember, hormon tiroid yang utama terdiri dari thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3). Hormon tersebut menstimulasi metabolisme dari sel-sel tubuh, mengatur kecepatan tubuh dalam membakar dan membuat energi. Selain itu, berfungsi membuat protein, serta mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lain. Kinerja kelenjar tiroid tersebut diatur oleh otak. Apabila kondisi hormon tiroid dalam tubuh tidak seimbang, maka otak akan merangsang kelenjar tiroid untuk menyesuaikan kinerjanya.

“Aktivitas tiroid dikendalikan oleh dua bagian otak, yaitu hypothalamus dan pituitary. Di saat metabolisme tubuh rendah dan bersamaan dengan T3/T4 rendah, kedua bagian otak ini akan bekerja sama untuk memproduksi thyroid stimulating hormone (TSH). TSH berperan untuk mengatur sel-sel tiroid agar memproduksi T3 dan T4,” jelasnya.

Untuk mengetahui apakah tiroid bekerja normal, bekerja di bawah normal (hipotiroid), atau di atas normal (hipertiroid), maka perlu dilakukan tes atau pemeriksaan. Tanda-tanda hipotiroid bisa bervariasi. Tergantung seberapa parah kekurangan hormon, seperti denyut nadi lambat, berat badan naik, kulit kering, energi menurun. Sehingga cepat lelah, sulit buang air besar, dan kadar kolesterol darah meningkat. “Sebaliknya, pada hipertiroid tanda-tandanya seperti jantung berdebar, denyut nadi cepat atau tidak teratur, berat badan menurun, tangan dan jari suka gemetar atau tremor, dan sering buang air besar,” terangnya.

Jika seseorang mengalami tanda-tanda tersebut, segera periksakan fungsi tiroid di Instalasi Laboratorium RS Bina Sehat Jember. Sebab, hasil pemeriksaan laboratorium ini sangat penting untuk menentukan diagnosis, terapi, dan pemantauan penyakit tiroid. (ika/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#RS Bina Sehat Jember