Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dosen dan Mahasiswa Polije Ciptakan Smart Irigasi, Bantu UMKM Agrikultur

Maulana Ijal • Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:08 WIB
BANTU UMKM: Tim dosen dan mahasiswa Polije yang menciptakan Smart Irigasi. Sebuah sistem pengairan otomatis berbasis IoT untuk membantu UMKM yang bergerak di bidang agrikultur.
BANTU UMKM: Tim dosen dan mahasiswa Polije yang menciptakan Smart Irigasi. Sebuah sistem pengairan otomatis berbasis IoT untuk membantu UMKM yang bergerak di bidang agrikultur.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Memiliki hidup sehat merupakan dambaan semua orang, terutama pasca pandemi Covid-19. Masyarakat berlomba untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Mulai dari berolahraga secara rutin, seperti pergi ke pusat kebugaran (fitness), jogging hingga bersepeda. Namun berolahraga saja tidak cukup, tubuh harus diimbangi dengan makanan yang sehat, terutama sayur dan buah-buahan. Hal ini perlu diperhatikan karena di balik badan yang kuat ada nutrisi seimbang yang menjadi asupannya.


Untuk mendapatkan buah-buahan dan sayuran sangat mudah. Masyarakat dapat pergi ke pusat perbelanjaan dan ke pasar-pasar tradisional, atau bahkan cukup menunggu penjual sayur keliling. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah buah dan sayur tersebut benar-benar sehat dan bebas dari bahan kimia berbahaya? Saat ini, kekhawatiran itu muncul di tengah-tengah masyarakat sehingga banyak yang beralih mengonsumsi buah dan sayuran organik.


Sejalan dengan hal tersebut, Politeknik Negeri Jember (Polije) menggandeng mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang agriculture, yaitu DOT.Garden.Id. Mulai tahun 2020, UMKM yang berlokasi di Lingkungan Kaliwining, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember ini, memulai usahanya dan telah membudidayakan sayur dan buah organik. Di antaranya kangkung, daun bawang prei, daun mint, bunga telang, bayam brazil, selada romaine, kailan, pakcoy, kale, sawi, bit dan seledri.


BACA JUGA: Penerapan Auto Diagnostics Scanner Mobil Injeksi di Bengkel Udy Teknik

Mengusung tema kemandirian pangan, berkebun organik dan zero waste, DOT.Garden.Id mampu menjawab tantangan dan kebutuhan pasar. Pelanggannya tidak hanya dari kalangan rumah tangga, namun juga warung-warung makan yang kini mulai bangkit pasca pandemi.


Selama proses penanaman, DOT.Garden.Id masih menggunakan tenaga manusia secara manual. Hal ini menyebabkan hasil produksi menjadi fluktuatif, karena pemberian air dan pupuk organik tidak terpantau dengan baik.




Photo
Photo
CANGGIH: Alat pengairan otomatis yang diciptakan oleh tim dosen dan mahasiswa Polije melalui program pengabdian masyarakat tahun 2022.

Kendala lainnya yaitu masih banyak masyarakat yang cenderung percaya pada produk organik di luar kabupaten jember yang harganya lebih mahal. Padahal, buah dan sayur organik yang dihasilkan DOT.Garden.ID berkualitas dan selalu segar tanpa proses penyimpanan dan langsung diantar ke pelanggan.


Melalui Program Pengabdian Masyarakat tahun 2022, Polije hadir memberikan sumbangsih, khususnya kepada DOT.Garden.Id untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Program ini digagas oleh dosen dan mahasiswa jurusan teknologi informasi Polije yang diketuai Bety Etikasari, SPd, MPd.


Tim ini beranggotakan Ir Pramuditha Shinta Dewi Puspitasari, SKom, MKom dan Choirul Huda, SKom, Mkom, serta melibatkan mahasiswa Fauzan Abdillah, Bayu Cahya Kurnia Yudha, Ahmad Saifur Rohman. Karya yang disumbangkan berjudul “Penerapan Smart Irigasi Tetes dan Pembuatan WebsiteDot.Garden.Id untuk Meningkatkan Produktivitas dan Manajemen Penjualan Sayur Organik”.


Smart Irigasi Tetes bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan saat proses pemberian air dan pupuk organik agar berlangsung secara otomatis. Pemilik cukup memantau pertumbuhan buah dan sayur tanpa memikirkan pemberian pupuk secara manual lagi. Adapun WebsiteDOT.Garden.Id dibuat sebagai product branding agar buah dan sayur lebih dikenal luas oleh masyarakat, khususnya di Jember.


Smart Irigasi Tetes mengusung konsep Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan mikrokontroler, sensor kelembaban tanah, dan pompa air. Kondisi tanah dipantau oleh sensor kelembaban. Apabila tanah dikenali dalam kondisi kering, maka sensor akan mengirimkan data ke mikrokontroler. Selanjutnya mikrokontroler akan mengaktifkan pompa dan mengaliri air pada bidang tanah yang sudah ditentukan.


Selama proses penyiraman, sensor akan memantau kondisi tanah secara langsung. Jika tanah dalam kondisi lembab, maka sensor akan mengirimkan data ke mikrokontroler untuk mematikan pompa air. Pemilik kebun bias memantau kelembaban tanah melalui LCD yang terpasang pada box mikrokontroler. Jika diperlukan, pemilik juga dapat menentukan pengaturan kelembaban tanah sesuai kebutuhan tanaman. (*)


Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Jember #Pengabdian Dosen #Polije