Tiga dosen Polije ini masing-masing adalah Ahmad Robiul Awal Udin, ST, MT, Moch Nuruddin, ST, MSi dan Aji Seto Arifianto, ST, MT. Melalui program pengabdian masyarakat 2022 bersama mitra Bengkel Udy Teknik Balung Kulon, Kecamatan Balung, Jember. Mereka berkolaborasi mengembangkan teknologi alat pendiagnosa dan pemindaian (scanner) kerusakan mobil injeksi. Teknologi berbasis On Board Diagnostics (OBD) generasi II dengan bluetooth sebagai penghubung interface Electronic Control Unit (ECU) mobil ini, terhubung melalui aplikasi program yang sudah terinstall di laptop ataupun tablet, yaitu Auto Diagnostic Scanner.
Robi menjelaskan, secara prinsip, kerja alat ini memberikan informasi dan data sistem di mobil berteknologi injeksi melalui sensor-sensor yang terintegrasi dengan ECU. Selanjutnya, dilakukan penelusuran, pengecekan dan tindakan lebih lanjut terkait komponen yang bermasalah pada kelistrikan dan mesin mobil.
Hal ini, kata dia, sama seperti sistem kerja pada CT scan di dunia kesehatan. Informasi kerusakan komponen yang ditunjukkan dari alat ini, nantinya berguna secara efektif dan efisien bagi teknisi di bengkel tersebut dengan tepat. Sehingga bisa dilakukan langkah perawatan maupun servis mesin mobil. “Lebih lanjut, agar bisa menggunakan alat ini, teknisi harus memiliki keahlian mengoperasikan program dan membaca kode kerusakan pada mesin,” terangnya.
Udy, pemilik bengkel, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan alat teknologi scanner ini. Karena, menurut dia, dapat memberikan dampak positif, baik dari sisi kualitas pelayanan servis maupun kemampuan para karyawan atau teknisi. Sebab, mereka mendapat transfer knowledge yang diberikan oleh para dosen Polije.
Menurut Udy, di area Jember bengkel yang memiliki scanner mobil injeksi masih sangat minim. Hanya bengkel-bengkel besar saja yang memilikinya. Sehingga terbuka lebar untuk pengembangan usaha ke depan. Lebih lanjut, dia berharap, dengan alat ini kepercayaan konsumen meningkat untuk menggunakan jasanya dalam memperbaiki segala jenis mobil berteknologi injeksi. Seperti Low Cost Green Car (LCGC), city car, bahkan mobil listrik.
“Karena informasi dan data alat tersebut secara valid dikirimkan dan diinformasikan ke konsumen melalui email atau WhatsApp. Sehingga konsumen tidak merasa khawatir mengenai kondisi mobilnya, sebelum dilakukan perbaikan atau perawatan,” ucapnya. (*)
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal