Pembimbing uji coba lab, Aditya Wahyu Pratama mengatakan, sampah yang digunakan adalah sampah plastik jenis PolypropyLene. Jenis plastik ini biasa digunakan untuk kemasan air mineral maupun minuman kemasan lainnya. Polypropylene memiliki kode identifikasi resin nomor 5 dengan keterangan PP.
Plastik PolypropyLene memiliki kandungan karbon yang lebih banyak sehingga dapat menghasilkan bahan bakar yang lebih baik. "Dalam 10-15 kilogram dapat menghasilkan 2-3 liter BBM," ujarnya.
BACA JUGA: Produk Usaha Kreatif untuk Ibu PKK Berhasil Digagas oleh Mahasiswa Polije
Mahasiswa Jurusan Teknik Prodi Mesin Otomotif Bagas Dwi Saputra menjelaskan, agar bisa menghasilkan BBM alternatif dari limbah plastik, harus melalui proses destilasi atau pemanasan terlebih dahulu.
Limbah setelah dicuci bersih, dipotong-potong dan dijemur sebelumnya, lanjut dibakar di dalam tangki dengan suhu 350 derajat celcius. Project BBM limbah plastik ini dapat menghasilkan BBM dengan kadar oktan 95 dan hal ini telah melalui tahap uji coba di Lab Energy ITS.
"Lebih efisien karena nilai oktannya mencapai 95 atau di atas Pertamax, sehingga cocok untuk kendaraan bermotor," jelas Bagas. (*)
Reporter: Viona Alvioniza
Foto : Humas Polije For Radar Jember
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal