Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Serahkan Bantuan Jatim Puspa untuk Ratusan Masyarakat

Safitri • Rabu, 14 September 2022 | 18:43 WIB
SIMBOLIS: Kepala DPMD Bondowoso Haeriyah Yuliati ketika menyerahkan bantuan Jatim Puspa kepada salah seorang penerima.
SIMBOLIS: Kepala DPMD Bondowoso Haeriyah Yuliati ketika menyerahkan bantuan Jatim Puspa kepada salah seorang penerima.
JEBUNG LOR, Radar Ijen - Akhirnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bondowoso menyerahkan bantuan Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa) untuk 222 penerima. Bantuan tersebut diserahkan secara bertahap di desa penerima. Terakhir penyerahannya dilakukan di Desa Jebung Lor, Kecamatan Tlogosari, kemarin (13/9).

BACA JUGA : Kriteria Penjabat Gubernur DKI adalah Yang Bisa Menjaga Independensi

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, bantuan yang berasal dari Provinsi Jatim itu diberikan kepada masyarakat yang masuk dalam keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Jenis bantuannya beragam, menyesuaikan dengan jenis usaha yang sedang dijalankan. Besarannya Rp 2,5 juta masing-masing penerima.

Kepala DPMD Bondowoso Haeriyah Yuliati, mengatakan, para penerima tersebar di delapan desa pada enam kecamatan. Bantuan itu diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan. Khususnya setelah adanya pandemi Covid-19 dan munculnya kemiskinan ekstrem di Jatim.

Selain itu, Haeriyah juga menegaskan, para penerima diharapkan dapat memanfaatkan bantuan secara baik. Dengan menggunakan barang yang diterima untuk mengembangkan usaha yang ditekuni. Serta tidak menjual barang tersebut, sehingga tidak memiliki nilai keuntungan. "Yang dijual adalah hasil olahannya. Bukan alat-alatnya," katanya.

Untuk memastikan hal itu, mantan kepala Diskominfo itu juga menjelaskan, pihaknya akan melakukan monitoring secara bertahap melalui tim pendamping Jatim Puspa dan pihak Pemkab Jember. Sehingga bantuan yang diberikan bisa dipastikan sudah digunakan sebagaimana peruntukannya. "Kami memiliki kewajiban untuk melaksanakan monev untuk kegiatan ini," tegasnya.

Lebih lanjut, Haeriyah juga menuturkan, setiap tahun pihaknya mengajukan kurang lebih 20 desa untuk menerima bantuan Jatim Puspa. Namun, tidak semua desa yang diusulkan disetujui untuk menerima bantuan itu. Oleh karenanya, bantuan akan diberikan secara bergilir. "Desa yang sudah pernah mendapatkan tidak lagi kami ajukan," imbuhnya.

Bondowoso sendiri dianggap masih banyak masyarakatnya yang membutuhkan bantuan. Khususnya para perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Terlebih, setelah adanya peningkatan angka kemiskinan serta munculnya kemiskinan ekstrem. "Harapan kami tahun depan bisa kembali mendapat tambahan kuota," pungkasnya. (ika/ham/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Jatim Puspa