Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Matching Fund ITB WiGa Pelopori Batik Khas Papring dan Banyuwangi

Safitri • Selasa, 13 September 2022 | 04:06 WIB
MACHING FUND ITB WIGA: Matching Fund Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang tahun 2022 sukses mempelopori pelatihan batik khas lingkungan Papring dan Banyuwangi, di kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Maching Fund melibatkan secara aktif mahasiswa
MACHING FUND ITB WIGA: Matching Fund Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang tahun 2022 sukses mempelopori pelatihan batik khas lingkungan Papring dan Banyuwangi, di kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Maching Fund melibatkan secara aktif mahasiswa
BANYUWANGI, Radar Semeru - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Widya Gama Lumajang benar-benar berupaya agar hibah yang diperoleh memperoleh manfaat dan berdampak positif kepada sasaran. Hal ini dibuktikan dengan hibah Matching Fund 2022 yang sukses mempelopori pelatihan batik khas lingkungan Papring dan Banyuwangi, di kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Matching Fund tersebut berjudul Industri Kreatif Melalui Pemanfaatan Rumah Budaya Berbasis Digital untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Lingkungan Papring Banyuwangi. Pelaksanaan Matching Fund ini melibatkan secara aktif para mahasiswa. Ada 10 mahasiswa yang terlibat langsung di dalamnya.

Ketua Tim Pengusul Matching Fund ITB Widya Gama Lumajang, Dr. Ratna Wijayanti Daniar Paramita, S.E. M.M. menjelaskan pelatihan batik khas kampung Papring dan Banyuwangi ini kali pertama digelar. “Pada Matching Fund ini lebih mengedepankan kepada motif khas kampung Papring dan Banyuwangi” jelasnya.

Pelatihan khas lingkungan Papring dan khas Banyuwangi ini diikuti 15 peserta sudah berlangsung bulan kemarin. Para peserta masyarakat setempat. Untuk nara sumber pelatihan adalah Isprijono, Pengelola Batik Karang Segoro Banyuwangi. “Peserta sangat antutias mengikuti pelatihan ini”, imbuh, Riza Bahtiar Sulistyan, S.E. M.M. anggota Tim Matching Fund 2022 ITB Widya Gama Lumajang. Pelatihan diisi dengan paparan materi dan praktek langsung.

Menurut Ratna Wijayanti Daniar Paramita, pelatihan ini sebagai upaya tindak lanjut industri kreatif inovasi kerajinan bambu dengan batik khas Banyuwangi. “Selama ini batik yang digunakan merupakan kain perca atau kain sisa dari hasil produksi batik di sekitar Banyuwangi”, ungkapnya.

Dengan adanya pelatihan ini akan menjadikan lingkungan Papring menjadi daerah yang mandiri tanpa menggantungkan produksi batik ditempat lain dan sekaligus melestarikan budaya batik lingkungan Papring dan batik khas Banyuwangi.

Lebih lanjut Ratna Wijayanti Daniar Paramita mengatakan pelaksanaan Matching Fund ini melibatkan secara aktif para mahasiswa. “Tercatat ada 10 mahasiswa yang terlibat langsung di lokasi”, katanya serius.

Para mahasiswa ini bukan hanya pasif, namun terlibat aktif bahkan tinggal beberapa waktu di kampung Batara. “Keterlibatan mahasiswa ini sebagai wujud nyata implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka”, tambahnya. Selain mahasiswa, juga terdapat Dosen dalam Tim Maching Fund ITB Widya Gama Lumajang ini.

Noviansyah Rizal, S.E, M.M, Ak. CA, anggota Tim Matching Fund yang lain mengungkapkan, selain pelatihan batik khas lingkungan Papring dan khas Banyuwangi juga ada kegaiatan yang lain yang masuk pada Matching Fund ITB Widya Gama Lumajang. Yaitu, komersialisasi produk berupa penjualan yang lebih luas hasil industri kreatif masyarakat lingkungan Papring.

Kemudian, Purwarupa berupa rumah budaya yang dibangun sesuai dengan konsep budaya osing Banyuwangi. Dimana setiap elemen dari bangunan tersebut akan diberi nama fungsi dari konstruksi.

Berikutnya adalah, teknologi yang akan diterapkan berupa sistem digitalisasi budaya. Sistem ini yang akan mengisi rumah budaya yang akan meningkatkan nilai keunikan dari rumah budaya yang ada di Indonesia pada umumnya. Digitalisasi ini tidak hanya mengandung unsur budaya namun juga dapat menjadi sarana edukasi dan penelitian mengenai alam yang ada di Banyuwangi.

Pada kegiatan Matching Fund ini, mendapat support dan bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Tanjung Wangi. Rumah Digital Budaya ini akan memperoleh dukungan dari PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Tanjung Wangi dan untuk sistem digitalisasi dilakukan oleh Tim Maching Fund ITB Widya Gama Lumajang.

Guna mendukung kelancaran berbagai kegiatan pada Matching Fund tersebut, Tim menggunakan metode dan pendekatan-pendekatan. “Ada enam metode dan pendekatan yang digunakan”, kata Noviansyah Rizal.

Metode dan pendekatan tersebut adalah, pertama, Koordinasi dengan DUDI (Kampoeng Batara). Kedua, Koordinasi dilakukan dengan founder Kampoeng Batara, serta kelompok pemuda kreatif, perwakilan masyarakat setempat, kelompok tani, Pokdarwis, Sekolah Adat, Sekolah Kesetaraan, dan Sekolah Keaksaraan, Pelatihan industri kreatif batik khas Papring dan khas Banyuwangi.

Ketiga, komersialisasi produk industri kreatif masyarakat lingkungan Papring. Keempat, pembuatan rumah budaya osing. Kelima, pembuatan sistem digitalisasi, dan Keenam, Focus Group Discussion (FGD). (*) Editor : Safitri
#ITB Widya Gama Lumajang