Dengan Kofijatra, siswa yang duduk di SMA sederajat bisa belajar konsep hukum Archimedes saat pembuatan dawet, penguapan, atau perubahan kalor melalui kue putu, atau belajar gerak rotasi ala pembuatan kue telur gulung.
Ketiga mahasiswa FKIP tersebut adalah Elma Tri Istighfarini, Audri Mely Prabandarini, dan Haniyah Arifia. Menurut Elma, ide pembelajaran fisika melalui pembuatan kue tradisional berawal dari diskusi bersama sang dosen, Lailatul Nuraini. Mereka ingin proses belajar mengajar fisika lebih menyenangkan dan interaktif. Lantas muncul ide menjadikan proses pembuatan jajanan tradisional sebagai wahana menjelaskan konsep dan hukum yang ada di pelajaran fisika. “Misalnya saja saat membuat dawet, maka saat dawet yang baru dibuat dimasukkan ke dalam air, siswa bisa belajar hukum Archimedes mengenai benda yang terapung, melayang, dan tenggelam,” ucapnya.
Untuk mencari model, Elma dan dua koleganya berburu pembuat jajan tradisional di beberapa lokasi di Jember. Untuk pengambilan gambar pembuatan kue putu, mereka bekerja sama dengan Darmawan, penjual kue putu yang mangkal setiap hari di daerah kampus. Serta, penjual telur gulung di car free day setiap hari Minggu di seputaran Alun-Alun Jember. Begitu pula saat mengambil gambar kue klepon di Pasar Ambulu.
Menurut Audri Mely Prabandarini, pemilihan jajanan tradisional juga bukan tanpa alasan. “Kami ingin menyosialisasikan dan mempromosikan jajanan tradisional khas Indonesia kepada siswa yang merupakan Generasi Z. Cara ini juga kami harapkan menjadi cara menguatkan profil pelajar Pancasila,” ulas Audri.
Hasil kerja trio mahasiswi FKIP Unej itu lantas diujicobakan kepada siswa kelas X di beberapa SMA di Jember. Di antaranya di SMAN 2, SMAN 4, dan SMAN 5 Jember. “Dari evaluasi yang kami lakukan, siswa lebih mudah menangkap konsep dan hukum yang ada di pelajaran fisika dengan cara menyaksikan e-modul bikinan kami. Para guru pun senang, mengingat e-modul kami selaras dengan Kurikulum Merdeka yang kini diaplikasikan di sekolah,” imbuh Haniyah Arifia.
Kofijatra karya Elma, Audri, dan Haniyah diwujudkan dalam karya tulis ilmiah berjudul Inovasi Digital Berbasis Eksplorasi Konsep Fisika Bermuatan Kearifan Lokal “Pembuatan Jajanan Tradisional” Guna Mendukung Terbentuknya Pelajar Pancasila. Rencananya, karya tulis mereka akan dipresentasikan pada 15 September 2022 nanti dalam rangka mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) yang digelar oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.
Fotografer: UNEJ UNTUK RADAR JEMBER
Editor: Dwi Siswanto Editor : Maulana Ijal