Wakil Ketua I DPRD Lumajang
“Masih kurang maksimal, belum ada legacy atau warisan yang membanggakan,” kata Wakil Ketua I DPRD Lumajang H. Bukasan. Menurutnya, dari seluruh 20 program janji yang dicanangkan saat kampanye beberapa tahun lalu, belum menunjukkan keberhasilan yang memuaskan. Bahkan, tidak ada satu program pun yang menonjol.
Namun, pihaknya mengakui ada sejumlah program yang tercapai. Sebut saja di bidang pendidikan, Pemkab Lumajang mampu memberikan bantuan kain seragam gratis kepada seluruh murid, dari tingkat SDN hingga MA sederajat. Termasuk mengenai perbaikan jalan menggunakan standar aspal hotmix.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lumajang itu mengatakan, mengenai infrastruktur akses jalan kabupaten memang mengalami perubahan yang signifikan. Seperti di Kecamatan Ranuyoso dan Kecamatan Tempursari. Namun, keberhasilan itu berkat pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang berakibat memiliki beban utang ratusan miliar.
“Kalau murni menggunakan APBD pasti akan jauh dari harapan. Makanya, ketika ada pinjaman itu kami sangat mendukung jika uang itu memang diperuntukkan sebagai anggaran pembangunan jalan. Mengingat memang infrastruktur kita banyak yang rusak dan harus segera dituntaskan,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan bupati dan wabup bukan hanya memenuhi 20 program janji dengan baik, tetapi juga harus memiliki terobosan program yang bisa diingat oleh warga Lumajang. Langkah meningkatkan sektor wisata bisa dijadikan pilihan. Namun, pembangunan Ranupani belum benar-benar menggambarkan keberhasilan.
“Saya rasa seluruh program yang dijalankan pemerintah periode ini seperti menjalankan rutinitas pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan dasar. Kemudian, hanya bisa merespons masalah-masalah yang muncul. Tetapi, belum memiliki satu warisan program yang itu keberhasilannya diakui oleh seluruh warga Lumajang,” pungkasnya. (son/c2/fid) Editor : Maulana Ijal