Dalam rangka mendukung perawatan pasien yang terpapar korona, RS Perkebunan Jember Klinik tetap menyediakan ICU Covid-19 dan tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19. Serta layanan telekonsultasi daring IHC Telemed. Selain itu, memberikan layanan tracing secara onsite.
Direktur RS Perkebunan Klinik Jember dr Abdi Agus Youandi MMRS menyebut, pada tahun 2021 kemarin, pihaknya sampai mengonversi total 70 persen dari tempat tidur yang ada. Total isolasi dan ICU Covid-19 tahun 2021 sebanyak 105 tempat tidur.
“Tahun 2022 kondisi pandemi relatif terkendali. Kami menyediakan minimal 10 persen, walaupun secara penggunaan tahun ini bisa dikatakan nol. Tapi kami tetap menyiapkan khususnya ICU Covid-19 dengan 8 tempat tidur. Sisanya 10 tempat tidur untuk isolasi Covid-19,” jelasnya.
Upaya pelayanan kesehatan selama pandemi Covid-19 RS Jember Klinik mendukung secara maksimal terkait pelayanan bagi pasien terpapar. Dalam rangka mendukung diagnosis Covid-19 secara cepat dan mandiri RS ini mengupayakan pengadaan layanan laboratorium biomolekuler PCR pertama di Kabupaten Jember.
Lebih lanjut, menurut Abdi Agus, meskipun saat ini situasi kondisi masih pandemi dan sudah dalam kondisi terkendali, RS Jember Klinik sebagai salah satu RS rujukan tetap menyediakan beberapa layanan. “Seperti laboratorium PCR untuk penegakan diagnosis apakah seseorang itu sakit Covid-19 atau bukan, menyediakan ruang perawatan isolasi Covid-19 dan ICU Covid-19 sesuai dengan ketentuan regulasi nasional,” ungkapnya.
Abdi Agus menambahkan, penghargaan yang selama ini RS terima bisa dijadikan motivasi seluruh civitas hospitalia, seluruh tenaga kesehatan, maupun nonnakes RS Jember Klinik bisa terus memberikan layanan terbaik dengan melakukan upaya pengembangan atau inovasi terkait layanan kepada masyarakat. (mg3/c2/bud)
Editor : Maulana Ijal