Selain lokasinya yang strategis tepat di tengah kota, aksesnya pun cukup mudah. Tak hanya tempatnya yang strategis, RS ini juga memberikan 11 jenis layanan unggulan.
Jember Klinik mengusung visi menjadi RS yang memberikan pelayanan profesional dan unggul. Hal itu untuk mewujudkan ketahanan kesehatan nasional. Pelayanan itu dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diterima.
Di antaranya penghargaan dari Kantor Perwakilan BI Jember sebagai pelayanan kesehatan terbaik tahun 2021, penghargaan sebagai pahlawan kemanusiaan dalam upaya penanganan Covid-19 dari Kantor Pegadaian Jember tahun 2021, penghargaan sebagai penyedia fasilitas gerakan 1.000 USG gratis dari yayasan Daya Dara Indonesia, dan penghargaan lainnya yang tak kalah bergengsi.
Inovasi terbaik milik RS Jember Klinik seperti layanan laparoskopi, dental estetik, USG 4D, CT scan, biomolekuler PCR, Poli eksekutif, bedah estetika, klinik fertilitas, medical check up perorangan dan perusahaan, katering gizi, dan klinik vaksin.
Menurut Direktur RS Perkebunan Klinik Jember dr Abdi Agus Youandi MMRS, layanan unggulan di RS ini ada beberapa yang diangkat. Salah satunya adalah laparoskopi, yaitu tindakan pembenahan dengan minimal luka operasi.
“Selain itu, ada klinik fertilitas layanan untuk membantu suami istri yang mengalami gangguan fertilitas atau gangguan dalam memperoleh keturunan, dan layanan tersebut yang kami angkat di tahun 2022,” jelasnya.
Di sisi lain dalam upaya merevitalisasi layanan bedah vaskuler terkait dengan penanganan kasus gangguan pembuluh darah tepi, RS Jember Klinik melakukan langkah-langkah pengembangan. “Di dalam pengembangannya itu ada pelayanan penanganan varises one stop service, kemudian ada layanan diabetic center bagi masyarakat yang mengalami gangguan kencing manis,” tuturnya.
Kegiatan kesehatan di RS Jember Klinik sebagai edukasi medis pun rutin digelar. Seperti gathering faskes dan klinik PPK 1, seminar awam gratis mewujudkan impian memiliki buah hati, edukasi kesehatan reproduksi wanita, me-launching posyandu pencegahan stunting. (mg3/c2/bud)
Editor : Maulana Ijal