Kurikulum Cambridge adalah kurikulum yang diperkenalkan dengan Cambridge Assessment International Education, penyedia kurikulum yang memiliki kualifikasi internasional yang diakui secara global. Kurikulum Cambridge terdiri atas 3 subjek yaitu English, Mathematic, dan Science. “Sehingga dapat membentuk siswa supaya menguasai kompetensi global,” jelas Manajer Pendidikan Pelita Hati Restu Prayogi.
Selain itu, ada beberapa keunggulan lain, di antaranya siswa mampu berbahasa Inggris dengan fasih, mampu berpikir luas, dan memiliki cara pandang internasional. Dalam hal ini siswa Pelita Hati juga diberi progression test pada akhir tahun ajaran untuk Cambridge Checkpoint bagi siswa grade 6 primary level dan siswa grade 7 secondary level. Dengan Cambridge Checkpoint, orang tua dapat mengetahui kompetensi anak.
Terdapat berbagai jenjang pendidikan yang diterapkan oleh Sekolah Pelita Hati. Di antaranya dimulai dari usia 2th toddler class hingga kindergarten II untuk preschool level. Sementara untuk primary level grade 1-6 and secondary level grade 7-9.
Di jenjang preschool level, jelas Restu, Pelita Hati melayani beberapa jenis kurikulum. Namun, karakteristik kurikulum yang diberikan Kurikulum Cambridge mengacu pada sekolah dasar. Selain bahasa Inggris, pihaknya juga mempersiapkan siswa keterampilan bahasa Indonesia yang diberikan kepada siswa TK 2. Jadi, lulusan siswa PAUD aktif baik berbahasa Inggris maupun berbahasa Indonesia. “Kurikulum ini mempunyai tiga mata pelajaran utama, Matematika, Bahasa Inggris, dan Sains,” imbuhnya.
Berbeda dengan preschool level, tingkat primary level memberikan dasar yang kuat bagi siswa di awal, sekolah pihaknya memberikan program Cambridge Primary. Di mana para siswa memulai pelajaran dalam perjalanan pendidikan yang mengasyikkan dan mendorong peserta didik untuk menjadi percaya diri, bertanggung jawab, reflektif, inovatif, dan terlibat.
Lalu, untuk secondary level, Sekolah Pelita Hati menyediakan fasilitas dan kurikulum berstandar internasional. Lingkungan sekolah yang menyenangkan, bersih, serta dilengkapi dengan laboratorium yang memadai. “Tak heran jika siswa kami merasa nyaman dan senang dalam proses pembelajaran,” pungkasnya. (mg6/c2/bud)
Editor : Maulana Ijal