Prof Babun megatakan, mahasiswa perguruan tinggi keagamaan islam negeri (PTKIN) harus terus berada di garda terdepan dalam menggalang kekuatan dan memperjuangkan moderasi. “Saya kira program ini penting dan strategis. Apalagi tema yang diusung soal moderasi,” ujarnya, Sabtu (17/07).
BACA JUGA: Dialog UIN KHAS Jember: Mahasiswa Berperan Penting Wujudkan Pemilu Bersih
Dua mahasiswa itu adalah Tri Budi Prastyo, mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, serta Mohammad Fauzi, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Kedua mahasiswa UIN KHAS Jember yang lolos melalui seleksi ini akan mengikuti pembekalan KKN KNMB selama tiga hari di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua bersama 114 mahasiswa asal 58 PTKIN se Indonesia.
Kepala PDIK UIN KHAS Jember Dr Moh Nur Afandi, ditemani Kepala PSGA LP2M Alfisyah Nur Hayati yang mendampingi kedua mahasiswa itu menyampaikan, seusai mengikuti pelaksanaan pembekalan, mahasiswa KKN KNMB akan ditempatkan di Papua selama 40 hari. Di antaranya Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Keerom.
Menurutnya, peserta KKN asal UIN KHAS Jember memiliki potensi untuk saling bertukar informasi dan menjalin keakraban lintas daerah, meski dengan latar belakang budaya yang berbeda. “Jadi ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan tentang keberagaman yang menjadi ciri khas Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, Alfisyah menambahkan, KKN KNMB Kemenag RI merupakan momentum untuk memperkuat wawasan, pengetahuan dan pengalaman. Lebih-lebih dalam membangun kesadaran moderasi beragama secara praktis di tengah masyarakat. “Semoga dengan wawasan dan pengalaman yang tercatat ini, kelak menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat di Indonesia,” pungkasnya. (*)
Reporter: Viona Alvioniza
Foto : Humas UIN KHAS for Radar Jember
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal