BACA JUGA : Wushu Raih Emas Lagi, Sepatu Roda Dapat Medali Perdana
Sejak awal, Amelia konsisten belajar gerakan baris-berbaris di ekstrakurikuler SMK Nuris Jember. Dia menyempurnakan bentuk gerakan secara perlahan. Amelia juga mempunyai tinggi dan berat badan yang ideal. Hal itu menampakkan kesempurnaan saat dibarengi dengan pengetahuan baris-berbarisnya.
Pengetahuan itu rupanya menjadi bekal Amelia untuk melayakkan diri mendaftar sebagai Paskibra Jember. Dari latar belakang santri, kualitas yang dimilikinya tidak jauh berbeda dengan siswa sekolah unggulan pada umumnya. "Waktu itu, saya coba ikut seleksi paskibra yang diadakan oleh pemerintah, karena saya rasa, bekal yang diajari di pesantren cukup layak untuk diwujudkan," katanya.
Untuk lolos seleksi, Amelia membutuhkan upaya kuat melalui tahapan yang telah ditentukan. Pertama, tinggi dan berat badan Amelia memenuhi kriteria seorang Paskibra Jember. Di mana tinggi dan beratnya telah diatur seideal mungkin oleh tim penyeleksi. Kedua, Amelia harus menjalani tes fisik.
"Kemarin, tes fisik saya berlari mengelilingi Stadion JSG selama 16 menit. Alhamdulillah mendapat dua setengah putaran," jelasnya saat ditemui di Pesantren Nuris Jember. Tim penyeleksi dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jember dikatakan sempat terkesan dengan hasil tes fisiknya. Dia berlari sangat cepat dengan waktu yang singkat.
Dari puluhan sekolah yang ikut seleksi, Amelia terpilih sebagai anggota Paskibra Jember tahun 2022. Mewakili kawanan santri lain dari Pesantren Nuris Jember. "Dari Nuris saya sendiri. Sebenarnya ada beberapa yang ikut, namun yang terpilih saya," terang perempuan asal Kecamatan Silo tersebut.
Kabar itu datang melalui surat resmi dari Pemkab Jember. Dia dinyatakan lolos seleksi menjadi anggota Paskibra Jember. Amelia menunggu informasi berikutnya untuk prosesi pengukuhan. "Sekarang tinggal menunggu proses pengukuhan dari Pemkab Jember," tambahnya.
Kini Amelia merasakan jerih payah proses selama di ekskul PBB SMK Nuris Jember. Kendati belum sepenuhnya, capaian ini dia dedikasikan untuk jajaran guru pesantren dan orang tuanya, yang senantiasa memberikan dukungan moral terhadap impiannya. "Pastinya senang dan bangga pas tahu kalau saya lolos seleksi. Saya dedikasikan untuk kedua orang tua saya yang tak pernah lelah mendoakan dan bekerja keras demi masa depan saya. Alhamdulillah senang banget," tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember. (c2/nur)
Editor : Safitri