Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jelang Idul Adha, Kasus PMK Jadi Perhatian Penting Polije

Maulana Ijal • Rabu, 29 Juni 2022 | 01:36 WIB
PERTEMUAN TINGKAT DUNIA: Dr Ir Nantil Bambang Eko S, Msi, dari Polije, saat menjadi keynote speaker Annual Work Conference and Seminar of Higher Vocational Education International Alliance for Agri – Husbandry 2022, Selasa (28/06). Kegiatan itu berlangsun
PERTEMUAN TINGKAT DUNIA: Dr Ir Nantil Bambang Eko S, Msi, dari Polije, saat menjadi keynote speaker Annual Work Conference and Seminar of Higher Vocational Education International Alliance for Agri – Husbandry 2022, Selasa (28/06). Kegiatan itu berlangsun
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kasus penyebaran dan penularan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak merupakan hal serius yang harus ditangani. Isu inilah yang diangkat oleh Dr Ir Nantil Bambang Eko S, Msi, dari Politeknik Negeri Jember (Polije), saat menjadi keynote speaker dalam agenda Annual Work Conference and Seminar of Higher Vocational Education International Alliance for Agri – Husbandry 2022, Selasa (28/06).

Agenda tersebut merupakan pertemuan tahunan dari aliansi perguruan politeknik dunia. Polije hadir mewakili Indonesia. Pertemuan aliansi perguruan politeknik dunia itu dimotori oleh China dan Adam Benneth, perwakilan Australia, sebagai moderator. Setiap tahunnya, Polije hadir memenuhi undangan, namun sejak pandemi agenda tersebut dilakukan secara daring.

BACA JUGA: Mahasiswa Polije Gelar Pameran Perangkat Lunak Bidang Kesehatan

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya adalah muslim. Menjelang perayaan Idul Adha, isu PMK pada hewan ternak harus menjadi perhatian utama pemerintah dan seluruh masyarakat.

“Kami angkat (PMK) ke momen internasional agar masyarakat tahu bahwa Indonesia itu juga sangat perhatian melindungi warganya terkait pasokan daging, khususnya dalam rangka menjelang Idul Adha,” jelas Bambang.

Ditanyai perihal impor daging, Bambang menerangkan, pemerintah telah memiliki kebijakan untuk tidak mengimpor daging sembarangan. Bahkan, pengiriman daging antardaerah juga harus dilakukan dengan teliti. Apakah daging tersebut berasal dari peternakan daerah bebas atau peternakan daerah yang terinfeksi, sehingga terbebas dari infeksi PMK.

Melalui vokasi perguruan tinggi politeknik ini, Bambang berharap dunia mampu memberikan perhatian khusus terhadap kasus PMK di Indonesia. Khususnya negara Australia sebagai pemasok daging di Indonesia. “Di Indonesia, kesehatan hewan ternak juga menjadi yang utama, bukan hanya sekadar makan daging saja,” pungkasnya. (*)

Reporter: Viona Alvioniza

Fotografer: Viona Alvioniza

Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Jember #Virus PMK #Polije